Isak Tangis Keluarga Iringi Kedatangan Jenazah Farid Engineer di Bandung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto Farid beserta Istri dan 3 anaknya yang kembar. Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto Farid beserta Istri dan 3 anaknya yang kembar. Foto: Dok. kumparan

Kecelakaan pesawat Tecnam P2006T di BSD, Tangerang Selatan, pada Ahad (19/5/2024), telah membawa duka mendalam bagi keluarga Farid Ahmad (34 tahun), sang engineer.

Jenazah Farid tiba di rumah duka di Kompleks Grand Villa Cihanjuang, Kampung Cihanjuang, RT 01 RW 05, Kabupaten Bandung Barat, Jabar, sekitar pukul 12.30 WIB.

Jenazah Farid tiba di rumah duka. Dok: kumparan

Isak tangis keluarga pun pecah saat mobil ambulans yang membawa jenazah dari Jakarta tiba di rumah duka dengan dikawal oleh mobil patroli dan pengawal (patwal) kepolisian.

Ketika ambulans tiba, istri korban turun sambil menangis histeris hingga harus dipapah oleh anggota keluarga dan kerabat.

Suasana penuh duka menyelimuti rumah duka saat jenazah dibawa masuk. Kemudian jenazah ditempatkan di ruang tengah. Para pelayat pun langsung membacakan surat Yasin ketika jenazah almarhum datang.

Jenazah Farid di rumah duka. Dok: kumparan

Sekitar 15 menit kemudian, jenazah dibawa ke Masjid Miftahul Jannah untuk disalatkan pada pukul 13.02 WIB.

Rencananya jenazah dimakamkan di tempat pemakaman umum Kampung Cisasawi yang berada tidak jauh dari rumah duka.

"Kami sangat terpukul atas kejadian ini. Saya mengunjungi rumah duka Bapak Almarhum Farid Ahmad yang mengalami kecelakaan di Tangerang," ujar Kepala Desa Cihanjuang, Gagan Wirahma, saat berada di rumah duka pada Senin (20/5/2024).

Almarhum Farid meninggalkan seorang istri dan 3 anak kembar.

Almarhum Farid beserta Istri dan 3 anaknya yang kembar. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Almarhum Farid beserta Istri dan 3 anaknya yang kembar. Foto: Dok. Istimewa