Ismail Ould Terpilih Jadi Sekjen OKI, Saudi Tegaskan Pentingnya Reformasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekjen OKI Ismail Ould Cheikh Ahmed (periode 2026-2031).  Foto: IG/@oic.oci
zoom-in-whitePerbesar
Sekjen OKI Ismail Ould Cheikh Ahmed (periode 2026-2031). Foto: IG/@oic.oci

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memiliki sekretaris jenderal baru, yaitu Ismail Ould Cheikh Ahmed. Diplomat kawakan dari Mauritania itu terpilih dalam Sesi Luar Biasa ke-23 Dewan Menteri Luar Negeri di markas Sekretariat Jenderal OKI di Jeddah, Arab Saudi, pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Ismail Ould Cheikh Ahmed mengucapkan sumpah menggantikan Hissein Brahim Taha dari Chad, di hadapan Menteri Luar Negeri negara-negara anggota OKI. Indonesia dalam kesempatan ini diwakili Wamenlu Anis Matta.

“Penetapan saya oleh Anda sekalian hari ini adalah penghormatan terbesar dalam karier saya dan penghargaan tertinggi yang saya terima setelah lebih dari tiga dekade mengabdi di tingkat internasional, regional, dan nasional,” kata Ismail dalam pidatonya yang disampaikan dalam bahasa Arab, Inggris, dan Prancis—tiga bahasa resmi OKI, demikian dikutip dari situs OKI, Jumat (28/8).

Wamenlu Anis Matta (berpeci) di markas OKI, Jeddah, Agustus 2026. Foto: IG/@oic.oci

Sebagai pimpinan baru OKI, ia berfokus memperkuat posisi organisasi dalam mengawal isu Palestina sebagai prioritas utama. Selain itu, ia berkomitmen memimpin reformasi kelembagaan, memerangi Islamofobia, dan membuktikan kepemimpinannya melalui tindakan nyata demi kepentingan umat muslim global.

Ismail mengaku sangat bangga atas kepercayaan ini dan bertekad membuktikannya lewat tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata.

Profil Singkat

Sekjen OKI Ismail Ould Cheikh Ahmed (kanan) bersama Menlu Palestina Dr. Varsen Aghabekian Shahin di Jeddah, Agustus 2026. Foto: IG/@oic.oci

Ismail Ould Cheikh Ahmed adalah diplomat senior asal Mauritania (Afrika bagian barat) berusia 66 tahun yang memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di tingkat nasional dan internasional.

Sebelum terpilih sebagai Sekretaris Jenderal OKI, ia pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Mauritania (2018–2022) serta memegang berbagai posisi strategis di PBB, termasuk Utusan Khusus PBB untuk Yaman.

Menlu Saudi Serukan Reformasi OKI

Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud Foto: Saudi Press Agency/Handout via REUTERS

Sementara itu, Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dalam pidatonya di forum itu menegaskan pentingnya reformasi serius di tubuh OKI untuk meningkatkan efisiensi lembaga dan efektivitas pelaksanaan resolusinya.

Langkah ini dinilai mendesak agar dunia Islam dapat bertindak kolektif dan lebih tangguh dalam menghadapi krisis global.

“Dunia Islam, dengan bobot manusia, politik, ekonomi, dan budayanya yang signifikan, memiliki kemampuan untuk menjadi peserta aktif dalam membentuk keseimbangan internasional. Dari perspektif ini, Arab Saudi percaya bahwa fase berikutnya membutuhkan reformasi serius di tubuh OKI, meningkatkan kemampuannya dalam mengimplementasikan resolusi-resolusinya, meningkatkan efisiensi lembaga-lembaganya, dan membekali aksi bersama umat Islam dengan alat-alat yang lebih efektif,” ujar Farhan, dikutip dari Saudi Gazette.

OKI beranggotakan 57 negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam atau memiliki populasi Muslim yang signifikan. Ke-57 negara yang membentang di empat benua (Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan) ini mewakili sekitar 2 miliar jiwa atau hampir seperempat dari populasi dunia.