ISPA Meningkat di Daerah Terdampak Karhutla, Kemenkes Bagikan 5,3 Juta Masker

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami peningkatan di daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dante menyebut, kondisi udara yang buruk akibat karhutla masih terjadi di Kalimantan Barat. Sedangkan kualitas udara di Jambi mulai membaik.
“Yang mengalami udaranya sangat jelek itu di Kalimantan Barat dan Jambi. Sekarang Jambi udah mulai bagus. Tinggal di Kalimantan Barat yang udaranya jelek. Kita konsentrasi di situ. ISPA-nya memang agak meningkat di daerah yang mengalami karhutla,” jelas Dante saat ditemui wartawan usai agenda Temu Media di RS Soeharto Heerdjan, Jakarta Barat, Jumat (4/9).
Untuk mengantisipasi dampak paparan udara buruk, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membagikan 5,3 juta masker ke daerah terdampak. Masker tersebut didistribusikan ke ibu kota provinsi dan kabupaten, termasuk untuk anak-anak.
“Udah kita bagikan. Kita bagi 5,3 juta masker. Ini masker-masker ini ada di ibu kota provinsi dan kabupaten. Bahkan ada di dinas kabupaten untuk anak-anak ini,” ungkap Dante.
Selain pembagian masker, Kemenkes melakukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak. Dante mengatakan, pihaknya memiliki data yang diperbarui setiap hari dan diintegrasikan dengan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes.
“Kita melakukan penanganan, kita konsolidasi, kita punya data up to date setiap hari kita integrasikan dengan pusat krisis kesehatan di Kemenkes. Bantuan obat-obat, masker, dan fasilitas kesehatan, tenaga medis, terus kita kerahkan supaya mereka tidak tambah parah,” jelas dia.
Lebih lanjut, Dante menjelaskan peningkatan ISPA akibat paparan udara buruk terjadi pada berbagai kelompok usia, termasuk anak usia sekolah dan orang dewasa.
“Campur-campur sih. Usia sekolah banyak juga. Dewasa banyak juga,” tuturnya.
Karena itu, Dante mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara sedang buruk.
“Kalau ada paparan udaranya jelek, diharapkan untuk tidak keluar rumah,” kata Dante.
