Israel Akui Lepas Tembakan di Dekat Titik Bantuan, 27 Warga Gaza Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Palestina mengendarai gerobak yang ditarik keledai saat menerima pasokan bantuan dari yayasan kemanusiaan Gaza di Jalur Gaza Tengah, Kamis (29/5/2025). Foto: Ramadan Abed/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga Palestina mengendarai gerobak yang ditarik keledai saat menerima pasokan bantuan dari yayasan kemanusiaan Gaza di Jalur Gaza Tengah, Kamis (29/5/2025). Foto: Ramadan Abed/REUTERS

Sedikitnya 27 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka akibat tembakan pasukan Israel di dekat lokasi distribusi bantuan kemanusiaan di Rafah, Gaza selatan, Selasa (3/6).

Mereka adalah bagian dari kerumunan yang sejak dini hari menunggu giliran untuk menerima bantuan makanan.

Insiden terjadi di sekitar bundaran Al-Alam, sekitar satu kilometer dari pusat distribusi bantuan yang dikelola Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), lembaga yang didukung Israel dan Amerika Serikat.

Mengutip Al Jazeera, militer Israel membenarkan pasukannya melepaskan tembakan ke arah sejumlah orang yang menyimpang dari rute akses yang ditentukan.

Pasukan mengidentifikasi beberapa tersangka yang bergerak ke arah mereka, menyimpang dari rute akses yang ditentukan. Pasukan melakukan tembakan peringatan, dan setelah para tersangka gagal mundur, tembakan tambahan diarahkan ke beberapa tersangka yang maju ke arah pasukan,” tulis pernyataan militer Israel berbahasa Inggris, lewat Telegram.

Militer pun kini sedang menyelidiki laporan tentang korban jiwa.

Saksi: Helikopter Tembaki Kerumunan

Warga Palestina mengendarai gerobak yang ditarik keledai saat menerima pasokan bantuan dari yayasan kemanusiaan Gaza di Jalur Gaza Tengah, Kamis (29/5/2025). Foto: Ramadan Abed/REUTERS

Rania al-Astal (30) mengatakan ia pergi bersama suaminya untuk mencari bantuan makanan ketika suara tembakan mulai terdengar sekitar pukul 5 pagi.

“Setiap kali orang mendekati bundaran Al-Alam, mereka ditembaki,” kata Rania, mengutip AFP.

“Namun orang-orang tetap maju. Saat itulah tentara mulai menembaki dengan gencar.”

Mohammed al-Shaer (44) yang juga berada di lokasi, menyampaikan tembakan dilepaskan setelah kerumunan mulai bergerak menuju pusat bantuan.

“Awalnya tembakan ke udara, lalu langsung ke arah orang-orang. Helikopter dan drone juga ikut menembaki kerumunan,” ujarnya.

“Saya tidak pernah sampai ke pusat bantuan. Kami pulang tanpa membawa apa pun.”

Penembakan Terulang, Puluhan Tewas Sehari Sebelumnya

Warga Palestina membawa karung-karung tepung saat menyerbu gudang program Pangan Dunia PBB di Zawaida, Jalur Gaza Tengah, Rabu (28/5/2025). Foto: Abdel Kareem Hana/AP PHOTO

Penembakan pada Selasa terjadi dua hari setelah insiden serupa di lokasi yang sama.

Pada Minggu (1/6), pertahanan sipil Gaza melaporkan 31 orang tewas dan 176 lainnya luka akibat tindakan keji serupa.

Saat itu militer membantah menembaki warga “di dekat atau di dalam” lokasi bantuan, tetapi mengakui ada tembakan peringatan yang dilepaskan terhadap beberapa individu yang dianggap mencurigakan.

GHF, pengelola pusat distribusi, menyatakan kegiatan distribusi berjalan aman pada Selasa.

Namun mereka menyebut area insiden berada “jauh di luar zona operasi kami yang aman”.

GHF mengimbau warga sipil untuk tetap berada di dalam koridor aman saat menuju lokasi bantuan.

PBB Desak Penyelidikan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut insiden ini tak dapat diterima.

“Warga Palestina tidak seharusnya mempertaruhkan nyawa mereka hanya untuk mendapatkan makanan,” ujarnya.

Ia menyerukan penyelidikan independen dan akuntabilitas atas peristiwa tersebut.