Israel Bertubi-tubi Serang Gaza, 32 Orang Tewas
·waktu baca 2 menit

Serangan bertubi-tubi Israel menewaskan setidaknya 32 orang di sepanjang Gaza City. Berdasarkan data di kamar mayat Rumah Sakit Shifa, 12 di antara korban tewas merupakan anak-anak.
Dikutip dari AP, Sabtu (13/9), Israel dalam beberapa hari terakhir mengintensifkan serangan di Gaza City, menghancurkan beberapa gedung tinggi, dan menuduh Hamas menempatkan peralatan pengawasan di gedung tersebut.
Israel telah memerintahkan penduduk untuk meninggalkan Gaza City sebagai bagian dari serangan yang bertujuan untuk mengambil alih kota terbesar di Palestina, yang disebut sebagai benteng terakhir Hamas. Ratusan ribu orang tetap tinggal di sana, berjuang di bawah kondisi kelaparan.
Salah satu serangan yang terjadi pada Jumat (12/9) hingga Sabtu (13/9) pagi menghantam sebuah rumah di kawasan Sheikh Radwan. Serangan itu menewaskan 10 orang, termasuk ibu dan tiga anaknya.
Semakin banyak orang meninggalkan wilayah itu dalam beberapa minggu terakhir. Meski demikian, banyak keluarga yang tetap bertahan karena biaya transportasi dan perumahan, sementara yang lain sudah berkali-kali mengungsi dan tidak ingin pindah lagi, tidak percaya bahwa tempat lain di wilayah itu aman.
Dalam pesan di media sosial, IDF mengimbau penduduk Palestina yang tersisa di Gaza City untuk segera meninggalkan wilayah itu dan pindah ke selatan yang disebut sebagai zona kemanusiaan. Juru bicara IDF, Avichay Adraee, mengatakan lebih dari seperempat penduduk telah meninggalkan Gaza City.
Meski demikian, PBB memperkirakan jumlah orang yang mengungsi sekitar 100 ribu orang antara pertengahan Agustus dan pertengahan September. PBB dan kelompok kemanusiaan telah memperingatkan bahwa situasi ini akan memperparah krisis kemanusiaan. Wilayah selatan Gaza yang disebut Israel sebagai lokasi pengungsian sudah padat dan biaya untuk pindah mahal.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan per hari ini 7 orang termasuk anak-anak tewas karena kelaparan. Dengan demikian, jumlahnya mencapai 420 orang termasuk 145 anak.
