Israel Cegat 41 Kapal Kemanusiaan untuk Gaza di Laut Mediterania

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal angkatan laut Israel mencegat Armada Global Sumud yang sedang menuju Gaza, dalam upaya untuk mengirimkan bantuan pada Senin (18/5/2026). Foto: Global Sumud Flotilla
zoom-in-whitePerbesar
Kapal angkatan laut Israel mencegat Armada Global Sumud yang sedang menuju Gaza, dalam upaya untuk mengirimkan bantuan pada Senin (18/5/2026). Foto: Global Sumud Flotilla

Israel mencegat 41 kapal bantuan kemanusiaan yang sedang menuju Gaza, Palestina, di Laut Mediterania timur, menurut penyelenggara armada bantuan Global Sumud Flotilla (GSF) pada Selasa (19/5).

Penyelenggara menyebut masih ada 10 kapal yang terus melaju menuju Gaza.

Kapal yang paling dekat dengan Gaza, yakni Sirius, disebut berada sekitar 145 mil laut dari wilayah tersebut.

GSF mengatakan armada itu terdiri dari 54 kapal dengan 426 peserta dari 39 negara.

Armada bantuan tersebut berangkat dari Turki selatan pada Kamis (15/5), dalam upaya ketiga mereka mengirim bantuan ke Gaza.

Sebelumnya, dua upaya serupa juga dicegat Israel di perairan internasional.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan armada bantuan menembus blokade laut Gaza.

"Kami tidak akan mengizinkan adanya pelanggaran terhadap blokade laut yang sah atas Gaza," tulis Kemlu Israel di media sosial X, seperti dilansir Reuters.

X post embed

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan turut mengecam tindakan Israel terhadap armada tersebut.

Berbicara di Ankara pada Senin (18/5) malam, Erdogan menyebut peserta armada bantuan itu sebagai "voyagers of hope" atau "pelaut harapan".

Ia juga menyerukan komunitas internasional untuk mengambil tindakan terhadap Israel.

Sebelumnya, lima WNI dilaporkan hilang kontak karena kapal yang mereka tumpangi dalam misi GSF telah dicegat militer Israel di perairan Siprus.

Jurnalis Republika yang juga partisipan Global Sumud Flotilla Thoudy Badai saat berada di kapal menuju Gaza. Foto: Republika

Dalam rombongan tersebut terdapat tiga jurnalis Indonesia, yakni Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai (Ody) dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Dua WNI lainnya merupakan aktivis bernama Andi Angga, dan Rahendro Herubowo (sebelumnya tercantum Rahendro adalah jurnalis iNews namun Pemred iNews Aiman Witjaksono menyatakan Rahendro telah resign dari iNews pada Agustus 2022).

Juru bicara (Jubir) Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan, empat WNI lain yang ikut serta dalam misi GSF masih berlayar, namun dalam keadaan rawan ditangkap Israel.