Israel dan Hizbullah di Ambang Perang Besar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel di desa Tayr Harfa, Lebanon, dekat perbatasan Lebanon-Israel, Senin (23/9/2024). Foto: KAWNAT HAJU/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel di desa Tayr Harfa, Lebanon, dekat perbatasan Lebanon-Israel, Senin (23/9/2024). Foto: KAWNAT HAJU/AFP

Eskalasi pertempuran antara Israel dan Hizbullah โ€” kelompok politik berpengaruh di Lebanon โ€” dianggap sedang menuju perang besar. Pernyataan itu disampaikan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, pada Senin (23/9).

"Situasinya sudah sangat berbahaya. Saya dapat mengatakan ini hampir menjadi perang penuh," kata Borrell seperti dikutip dari Reuters.

Borrell memastikan Eropa akan mencoba mengurangi ketegangan antara Israel dan Hizbullah. Sebab, yang jadi kekhawatiran besar Eropa saat ini adalah dampak luas perang tersebut.

Menurut Borrell, saat ini warga sipil adalah pihak paling terdampak. Oleh sebab itu, Uni Eropa akan berupaya mencegah pecahnya perang lebih besar.

"Setiap pihak akan memakai seluruh kemampuannya untuk menghentikan jalur menuju perang besar," kata Borrell.

kumparan post embed

Pernyataan Borrell terkait serangan udara Israel ke sasaran Hizbullah di Lebanon yang dilakukan pada Senin (23/9). Kantor berita Reuters menyebut serangan itu merupakan yang paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir.

Laporan otoritas Lebanon, ratusan serangan Israel menewaskan 492 orang. Warga yang berada di selatan Lebanon bahkan sudah kabur dari rumahnya.

Hizbullah didirikan tahun 80-an sebagai reaksi atas pencaplokan wilayah Lebanon oleh Israel. Pada perang Gaza yang meletus pada 7 Oktober 2023, Hizbullah mendukung perjuangan Hamas untuk melawan Israel yang menduduki Palestina.