Israel Diam-Diam Akui Tentaranya Bantai Warga Gaza yang Sedang Antre Bantuan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang aktivis sayap kanan Israel berlari saat terjadi perkelahian dengan pasukan Israel di dekat penyeberangan Erez, selama unjuk rasa yang menyerukan pembangunan permukiman Israel di Gaza, pada Kamis, (29/2). Foto: Oren Ziv / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang aktivis sayap kanan Israel berlari saat terjadi perkelahian dengan pasukan Israel di dekat penyeberangan Erez, selama unjuk rasa yang menyerukan pembangunan permukiman Israel di Gaza, pada Kamis, (29/2). Foto: Oren Ziv / AFP

Tentara Israel membantai lebih dari 100 orang yang sedang mengantre bantuan di Nabulsi, wilayah Gaza, pada Kamis (29/2). Seorang sumber Israel mengakui kejadian itu.

Sumber itu mengungkap bahwa tentara Israel memang mengarahkan tembakan ke arah massa. Mereka berdalih, penembakan massal itu dilakukan karena merasa terancam.

Selain menewaskan 112 orang, serangan brutal Zionis itu menurut Kementerian Kesehatan Gaza melukai 700 orang laninya.

Warga membawa jenazah seorang warga Palestina tewas dalam insiden dini hari ketika warga bergegas menuju truk bantuan di Kota Gaza pada 29 Februari 2024. Foto: AFP

Peristiwa itu menyebabkan total korban jiwa serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 menembus angka 30 ribu orang. Berbagai lembaga kemanusiaan serta otoritas Palestina menyatakan mayoritas korban jiwa adalah warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak.

Terkait kejadian di Nabulsi, Gaza, jubir militer Israel Daniel Hagari berkilah bahwa tentara hanya melepaskan tembakan peringatan. Itu dilakukan karena massa terlalu dekat mencoba menjarah truk bantuan.

Hagari membantah klaim itu dan menyatakan tentara Israel sengaja melepaskan tembakan ke arah warga yang sedang antre bantuan.

Dalih lain dari pemerintah Israel, ratusan korban jiwa jatuh akibat terinjak-injak ketika berebut bantuan.