Israel Gempur Kamp Pengungsian Jabalia di Gaza Utara, 90 Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Warga Palestina mencari korban usai serangan Israel di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (1/11/2023).  Foto: Mohammed Al-Masri/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga Palestina mencari korban usai serangan Israel di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, Rabu (1/11/2023). Foto: Mohammed Al-Masri/REUTERS

Sedikitnya 90 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka dalam serangan terbaru Israel ke kamp pengungsian Jabalia yang terletak di Jalur Gaza bagian utara, pada Minggu (17/12). Wanita dan anak-anak termasuk di antara para korban jiwa.

Serangan ini terjadi, sehari setelah buldoser penjajah Zionis menggempur halaman Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahiya hingga 'mengubur hidup-hidup' puluhan pengungsi Palestina yang berlindung di sana.

Dikutip dari Al Jazeera, Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengatakan, serangan terbaru itu menghancurkan kompleks hunian di Kota Jabalia yang dikelola keluarga al-Barsh dan Alwan.

Diperkirakan masih ada puluhan orang yang masih terjebak di bawah reruntuhan. Sehingga, jumlah korban jiwa kemungkinan besar masih bertambah.

"Kami yakin jumlah korban tewas di bawah reruntuhan sangat banyak, namun tidak ada cara untuk membersihkan reruntuhan dan menemukan mereka karena intensitas tembakan Israel," kata pejabat kelompok pejuang Palestinian Islamic Jihad (PIJ) atau Jihad Islam kepada Reuters.

Di antara korban jiwa, sambung pejabat itu, termasuk putra dari juru bicara PIJ Dawoud Shehab.

Anak-anak Palestina terlihat di depan bangunan yang hancur usai serangan Israel yang menghantam kamp pengungsi Jabalia di Kota Gaza, Gaza pada Jumat (1/12/2023). Foto: Fadi Alwhidi/Anadolu via Reuters

Sejak gencatan senjata pada November lalu gagal diperpanjang, Israel telah menggempur Jalur Gaza dengan skala lebih masif. Sebab, selain di kamp Jabalia, serangan juga dilaporkan terjadi di berbagai wilayah Gaza lainnya.

Menurut laporan kantor berita Palestina Wafa, lebih dari 12 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan udara penjajah di Deir el-Balah, Gaza bagian tengah.

Pesawat-pesawat tempur Israel juga menargetkan berbagai lokasi di kamp pengungsian al-Maghzazi dan gedung hunian milik keluarga al-Jadbba di daerah al-Tuffah, Gaza bagian utara.

Sementara itu, Israel juga meningkatkan serangan artileri di Gaza bagian selatan, menghantam Kota Khan Yunis dan Rafah — tempat sebagian besar warga Palestina yang terusir sedang mengungsi akibat perang.

Sehari sebelum penyerbuan di kamp pengungsian Jabalia, buldoser Israel menggempur halaman RS Kamal Adwan yang terletak di Gaza bagian utara.

Dalam video yang dipublikasikan seorang jurnalis Al Jazeera di media sosial, Anas al-Sharif, di lokasi kejadian, disebutkan buldoser penjajah telah meratakan area itu — bahkan 'mengubur hidup-hidup' puluhan pengungsi Palestina yang mendirikan tenda di sana.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sejak 7 Oktober sebanyak hampir 19 ribu orang telah tewas dan puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel di Jalur Gaza — 70 persen di antara korban adalah anak-anak dan wanita.