Israel Hancurkan Sistem Kesehatan Lebanon: 208 Nakes Tewas, 48 RS Rusak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah ambulans bergegas membawa orang-orang yang terluka ke rumah sakit ketika pager yang mereka gunakan untuk berkomunikasi meledak di seluruh Lebanon, menurut sumber keamanan, di Beirut, Lebanon, Selasa (17/9/2024). Foto: Anwar Amro/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah ambulans bergegas membawa orang-orang yang terluka ke rumah sakit ketika pager yang mereka gunakan untuk berkomunikasi meledak di seluruh Lebanon, menurut sumber keamanan, di Beirut, Lebanon, Selasa (17/9/2024). Foto: Anwar Amro/AFP

Serangan Israel ke Lebanon menghancurkan sistem kesehatan di negara itu. Hingga Jumat (15/11), gempurannya telah menewaskan 208 tenaga kesehatan (nakes) dan melukai 311 lainnya.

Data ini diungkap Kementerian Kesehatan Publik Lebanon yang juga melaporkan serangan telah merusak 48 rumah sakit, dengan delapan di antaranya tidak dapat beroperasi.

Sejak awal perang, pasukan Israel telah melancarkan 286 serangan terhadap layanan kesehatan, termasuk 66 serangan ke rumah sakit dan 220 serangan ke layanan medis darurat.

Organisasi HAM menyebut tindakan ini sebagai potensi kejahatan perang, mengingat dampaknya yang masif. Selain rumah sakit, 249 kendaraan ambulans juga rusak akibat serangan ini.

Pemandangan situs yang rusak setelah serangan Israel di Nabatieh, di tengah permusuhan yang sedang berlangsung antara Hizbullah dan pasukan Israel, Lebanon selatan 16 Oktober 2024. Foto: Ali Hankir/REUTERS

Serangan terbaru pada Senin (18/11) menargetkan pusat Otoritas Kesehatan Islam di desa Arab Salim, Nabatieh.

Enam paramedis tewas dalam serangan ini, di antaranya Mustafa Hanawi, Hassan Aboud, dan Ahmad Abbas Aboud.

Dikutip dari Al Jazeera, laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) menyebut pasukan Israel telah melancarkan serangan “paling brutal” di Nabatieh sejak awal konflik.

Kementerian Kesehatan Lebanon juga melaporkan dua petugas penyelamat tewas dalam serangan ke pusat darurat di Houmine El Tahta dan Hanaway pada Minggu (17/11).

Ledakan akibat serangan udara Israel yang menargetkan pinggiran selatan Beirut pada 7 November 2024. Foto: AFP

Pembunuhan tenaga kesehatan ini menuai kecaman luas, termasuk dari pemerintah Lebanon dan organisasi HAM.

Mereka menuduh Israel sengaja menargetkan tenaga medis untuk melumpuhkan bantuan darurat di wilayah konflik.

Pada Jumat (15/11), serangan udara di kota Douris, Baalbek, juga menewaskan 15 paramedis dan lima warga sipil yang tengah berada di lokasi.