Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Israel Kembali Batasi Akses Muslim ke Masjid Al-Aqsa selama Ramadan, Picu Protes
27 Februari 2025 7:54 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Seperti tahun-tahun lalu, Israel kembali membatasi akses umat Islam Palestina memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem selama bulan Ramadan 2025.
ADVERTISEMENT
Tahun ini, Israel hanya mengizinkan 10 ribu muslim dari Tepi Barat untuk salat Jumat selama bulan suci. Padahal Masjid Al-Aqsa bisa menampung ratusan ribu jemaah.
Pembatasan oleh Israel yang menduduki tanah Palestina ini memicu protes dari berbagai kalangan, termasuk Otoritas Islam-Kristen untuk Dukungan Yerusalem dan Tempat-Tempat Suci.
Otoritas tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan ini merupakan preseden yang berbahaya, sebuah provokasi terhadap perasaan umat Islam, pelanggaran mencolok terhadap status hukum dan sejarah Masjid Al-Aqsa, dan pentahbisan kendali Israel atas tempat ibadah umat Islam itu. Demikian dikutip dari media Arab Saudi, Sabq, Kamis (27/2).
Otoritas menambahkan bahwa keputusan Israel tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan kebebasan beribadah yang dijamin hukum internasional, menambah panjang daftar pelanggaran Israel terhadap kebebasan beribadah di Masjid Al-Aqsa.
ADVERTISEMENT
Langkah Israel juga akan merusak status quo yang didasarkan pada perwalian Hashemite (Hasyimiyah—pemimpin Kerajaan Yordania) atas tempat-tempat suci Islam dan Kristen.
Otoritas mengimbau masyarakat internasional untuk mengambil tindakan segera guna menghentikan pelanggaran ini, menghormati hak-hak umat Islam, dan memungkinkan umat Islam menjalankan ritual keagamaan mereka di Masjid Al-Aqsa dengan bebas.
Sementara itu, Otoritas Palestina mengimbau kepada masyarakatnya untuk tidak mematuhi keputusan yang tidak sah tersebut. Mereka mengimbau umat Islam tetap beribadah di Masjid Al-Aqsa serta menggagalkan upaya penjajah Israel untuk membatasi hak umat Islam untuk mencapai dan beribadah di dalamnya.
Setiap bulan Ramadan, Israel membatasi umat Islam berkumpul dalam jumlah besar di Masjid Al-Aqsa. Tak jarang mereka membatasi dengan sistem umur. Pembatasan ini sering memicu bentrokan, seperti yang terjadi pada tahun 2021, 2022, dan 2023.
ADVERTISEMENT
Masjid Al-Aqsa merupakan masjid utama ketiga umat Islam setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi.