Israel Kembali Serang Gaza, Empat Orang Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga melihat kondisi serangan Israel yang menghantam Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Senin (25/8/2025). Foto: Hatem Khaled/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga melihat kondisi serangan Israel yang menghantam Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Senin (25/8/2025). Foto: Hatem Khaled/REUTERS

Sedikitnya empat warga Palestina, termasuk dua anak-anak, tewas akibat serangan udara Israel ke Gaza pada Kamis (30/7).

Serangan itu terjadi ketika para mediator menggelar perundingan baru dengan Hamas di Kairo, Mesir. Perundingan itu bertujuan mendorong implementasi penuh rencana perdamaian Gaza yang dimediasi Amerika Serikat (AS).

Menurut otoritas kesehatan Gaza, serangan udara Israel menghantam sebuah kamp tenda pengungsi di Khan Younis, Gaza selatan, menewaskan seorang pria dan seorang anak perempuan berusia delapan tahun.

Peta Gaza dan Israel. Foto: Dimitrios Karamitros/Shutterstock

Di Kamp Pengungsi Bureij, Gaza tengah, serangan udara lainnya menghantam sebuah rumah. Serangan itu menewaskan seorang balita berusia 18 bulan dan melukai sedikitnya delapan orang.

Pada hari yang sama, serangan Israel juga menargetkan seorang pria Palestina yang sedang mengendarai sepeda di dekat kamp tenda pengungsi di Gaza City. Serangan tersebut menewaskan satu orang dan melukai sedikitnya 10 lainnya.

Militer Israel menyatakan serangan-serangan itu menyasar anggota Hamas, tapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Menurut otoritas kesehatan Gaza, jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata mulai berlaku kini telah melampaui 1.200 orang. Sebagian besar korban disebut merupakan warga sipil.

Di sisi lain, Israel menyatakan empat tentaranya tewas akibat serangan kelompok militan di Gaza selama periode gencatan senjata.