Israel Klaim Akan Kirim 100 Warga Gaza ke Indonesia, Kemlu Bantah

27 Maret 2025 12:55 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Warga Palestina membawa setumpuk selimut saat meninggalkan sektor timur Jalur Gaza setelah serangan udara Israel di Gaza, Selasa (18/3/2025). Foto: Bashar TALEB / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Warga Palestina membawa setumpuk selimut saat meninggalkan sektor timur Jalur Gaza setelah serangan udara Israel di Gaza, Selasa (18/3/2025). Foto: Bashar TALEB / AFP
ADVERTISEMENT
Media Israel melaporkan sebanyak 100 warga Gaza akan diterbangkan ke Indonesia untuk turut serta dalam suatu program bekerja di sektor konstruksi. Laporan itu dibantah Kemlu RI.
ADVERTISEMENT
Mengutip Times of Israel, program itu akan diketuai oleh kepala badan pertahanan Israel di Palestina, Mayjen Ghassan Alian. Warga Gaza yang ikut program itu diminta secara sukarela ke Indonesia.
Pemerintah Israel mengatakan, jika pengiriman gelombang pertama berhasil maka ribuan orang warga Gaza akan kembali dikirim ke Indonesia.
Israel bahkan mengeklaim warga Gaza nantinya akan tinggal permanen di Indonesia. Israel juga menyebut rencananya tersebut mendapat persetujuan dari Pemerintah RI.
Laporan media Israel bahkan mengeklaim, Israel dan Indonesia sudah membuka komunikasi perihal rencana pengiriman itu, meski dua negara tak punya hubungan diplomatik.

Bantahan Kemlu RI

Merespons laporan media Israel, jubir Kemlu RI Roy Soemirat mengatakan bahwa laporan rencana pemindahan itu tidak benar.
Juru Bicara Kemlu RI, Roy Soemirat, dalam Press Briefing Kementerian Luar Negeri RI, Kamis (6/3/2025). Foto: Tiara Hasna/kumparan
“Pemerintah Indonesia tidak pernah membahas dengan pihak mana pun ataupun mendengar informasi tentang rencana pemindahan warga Gaza ke Indonesia yang disebut oleh beberapa media asing,” kata Roy pada Kamis (27/3).
ADVERTISEMENT
“Dapat kami tegaskan bahwa tidak ada pembahasan apalagi kesepakatan antara Indonesia dengan pihak mana pun mengenai hal tersebut,” kata Roy.
Roy menegaskan kebijakan RI terkait Gaza adalah penghentian pertempuran dan lebih banyaknya bantuan kemanusiaan masuk ke sana.
“⁠Saat ini, Indonesia lebih memfokuskan dan mendorong terwujudnya Gencatan Senjata tahap II dan masuknya bantuan kemanusiaan, serta memastikan dimulainya rekonstruksi di Gaza,” kata Roy.
Ini adalah kali kesekian Indonesia membantah klaim sepihak Israel. Sebelumnya, Indonesia beberapa kali menyangkal pemberitaan media Israel yang menyatakan Indonesia mempertimbangkan membuka hubungan resmi dengan negara Zionis.