news-card-video
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

Israel Klaim Bunuh Komandan Hamas di Lebanon

17 Februari 2025 19:09 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Momen serangan Israel terhadap sebuah gedung di distrik Chiyah, pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin (25/11/2024). Foto: Adnan Abidi/ REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Momen serangan Israel terhadap sebuah gedung di distrik Chiyah, pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin (25/11/2024). Foto: Adnan Abidi/ REUTERS
ADVERTISEMENT
Militer Israel mengeklaim telah menewaskan Muhammad Shaheen, pemimpin operasi Hamas di Lebanon, dalam serangan udara di Sidon, Senin (17/2).
ADVERTISEMENT
Israel menuduh Shaheen merencanakan serangan terhadap warganya dengan dukungan Iran.
“Muhammad Shaheen terbunuh setelah baru-baru ini merencanakan serangan teror, yang diarahkan dan didanai oleh Iran, dari wilayah Lebanon terhadap warga negara Israel,” kata militer dalam sebuah pernyataan, seperti diberitakan AFP.
Serangan itu menargetkan sebuah mobil di kota pelabuhan Sidon, Lebanon selatan.
Kantor berita pemerintah Lebanon melaporkan tim penyelamat menemukan satu jenazah di dalam kendaraan, tapi identitasnya belum dikonfirmasi secara resmi.
Orang-orang memeriksa kerusakan di lokasi serangan udara Israel semalam yang menargetkan kota pesisir selatan Lebanon, Sarafand, Rabu (20/11/2024). Foto: Mahmoud Zayyat/AFP
Sejak perang di Gaza pecah, Israel melancarkan serangan ke Lebanon, menargetkan Hamas, Hizbullah, dan kelompok bersenjata lainnya.
Serangan balasan berupa roket, drone, dan artileri juga menghantam Israel utara.
Gencatan senjata Lebanon-Israel yang dimediasi Washington pada November memberi waktu 60 hari bagi pasukan Israel untuk menarik diri dari Lebanon selatan.
ADVERTISEMENT
Namun, batas waktu diperpanjang hingga 18 Februari, dan Israel meminta tetap mempertahankan lima pos di wilayah tersebut.