Israel Sebar Ratusan Selebaran, Usir Warga Gaza Selatan dari Rumah Mereka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Warga Palestina mengendarai kereta yang ditarik keledai bergerak ke selatan setelah melarikan diri dari Gaza utara, ketika tank-tank Israel meluncur lebih jauh ke wilayah tersebut. Foto: Ibraheem Abu Mustafa/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Warga Palestina mengendarai kereta yang ditarik keledai bergerak ke selatan setelah melarikan diri dari Gaza utara, ketika tank-tank Israel meluncur lebih jauh ke wilayah tersebut. Foto: Ibraheem Abu Mustafa/Reuters

Angkatan udara Israel menjatuhkan ratusan selebaran di sejumlah lokasi yang mendesak warga Khan Younus di Gaza selatan untuk meninggalkan rumah mereka. Dilansir Middle East Eye, selebaran itu dijatuhkan dari pesawat tempur Israel.

Dalam selebaran itu, lagi-lagi Israel mengaku desakannya ini adalah untuk melawan Hamas. Mereka juga mengancam bakal menyerang siapa pun dan apa pun yang mereka duga berhubungan atau digunakan oleh Hamas.

"Kepada warga lingkungan timur Khan Yuris, Bani Suhaila, dan Abasan. Tindakan Hamas dan organisasi teroris memaksa IDF untuk bertindak melawan mereka di wilayah tempat tinggal anda. IDF tidak tertarik untuk merugikan anda atau keluarga anda. Demi keselamatan anda, anda harus segera mengevakuasi dari tempat tinggal anda dan pergi ke tempat perlindungan yang diketahui. Siapa pun yang berada di dekat teroris atau fasilitas mereka yang membahayakan nyawanya, dan setiap rumah yang digunakan oleh organisasi teroris akan menjadi sasaran."

Selebaran dari Israel yang disebar di Gaza Foto: Middle East Eye

Pengumuman ini juga disiarkan di radio-radio Israel. Sejumlah penduduk Gaza melalui media sosial mereka juga mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima selebaran tersebut.

Masih belum jelas apa alasan sebenarnya Israel membagikan selebaran tersebut. Namun sejumlah analis khawatir ini adalah cara Israel melanjutkan perluasan operasi mereka di Gaza.

Di sisi lain, Israel juga memaksa sebuah keluarga Palestina di Betlehem untuk meninggalkan tanah mereka. Para penjajah memaksa keluarga di Kota Tuquo ini dengan menodong senjata, menyita perabotan, dan properti milik warga sipil tersebut.

Komisi Perlawanan Tembok dan pemukiman di Betlehem, Hasan Breijieh, mengatakan kepada Wafa bahwa para tentara memaksa pemilik rumah, Mahmoud Hammad Jibril yang sudah berusia 60 tahun, untuk meninggalkan rumah mereka. Rumah itu berada di sebelah timur hutan belantara Tuquo.

Padahal keluarga Jibril sudah 20 tahun tinggal di kawasan tersebut. Mereka menggembalakan domba sebagai satu-satunya mata pencaharian. Namun kini harta dan rumah mereka telah diambil paksa.