Israel Serang Beirut, Seorang Petinggi Hizbullah Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tentara Israel turun dari sebuah jip setelah memindahkan mayat-mayat Hizbullah yang dibawa melintasi perbatasan ke Israel setelah pertempuran sengit di Lebanon selatan, dekat komunitas Israel Yiron (26/7/2006). Foto: DAVID FURST/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Tentara Israel turun dari sebuah jip setelah memindahkan mayat-mayat Hizbullah yang dibawa melintasi perbatasan ke Israel setelah pertempuran sengit di Lebanon selatan, dekat komunitas Israel Yiron (26/7/2006). Foto: DAVID FURST/AFP

Israel melancarkan sebuah serangan ke Beirut, Lebanon, pada Minggu (23/11). Serangan itu menewaskan petinggi pasukan Hizbullah.

Serangan itu menghantam apartemen dan menewaskan lima orang, menurut otoritas Lebanon.

Salah satu yang tewas adalah Haytham Ali Tabtabai. Dia merupakan komandan Hizbullah paling senior yang tewas oleh Israel sejak dimulainya gencatan senjata pada November 2024, yang bertujuan mengakhiri permusuhan antara kedua pihak.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa negaranya "tidak akan membiarkan Hizbullah membangun kembali kekuatannya.". Dia juga menyerukan akan Hizbullah melucuti senjatanya.

"Memenuhi komitmennya untuk melucuti senjata Hizbullah," kata Netanyahu dikutip dari AFP.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan serangan itu menewaskan lima orang dan melukai 28 orang. Kementerian tersebut tidak memberikan identitas korban tewas dalam serangan yang menghantam kawasan Haret Hreik di pinggiran selatan Beirut, sebuah area padat penduduk yang berada di bawah pengaruh Hizbullah.

Namun, Hizbullah kemudian mengatakan bahwa empat anggotanya termasuk di antara korban tewas.

Dalam sebuah pernyataan tak lama setelah serangan tersebut, militer Israel mengatakan telah menghabisi Haytham Ali Tabatabai. "Kepala staf umum Hizbullah," demikian pernyataan itu.

Ini merupakan serangan Israel kelima di pinggiran selatan Beirut sejak gencatan senjata yang disepakati pada November 2024 setelah setahun konflik, dan terjadi satu minggu sebelum Paus Leo XIV dijadwalkan mengunjungi Lebanon.

Militer Israel menegaskan dalam pernyataannya bahwa mereka tetap berkomitmen pada gencatan senjata tersebut.

Hizbullah mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa komandan besar Tabatabai telah terbunuh dalam serangan Israel.