Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Warga Palestina yang Sedang Berlindung Tewas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Palestina memeriksa kerusakan di sekolah menyusul penggerebekan, di Jalur Gaza  Jumat (31/5/2024). Foto: Mahmoud Issa/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga Palestina memeriksa kerusakan di sekolah menyusul penggerebekan, di Jalur Gaza Jumat (31/5/2024). Foto: Mahmoud Issa/REUTERS

Serangan Israel di Gaza pada Kamis (6/6) menghantam sebuah sekolah. Laporan media-media di Gaza, serangan Israel menyebabkan 27 orang yang sedang berlindung di sana tewas.

Israel dalam pernyataannya membantah menargetkan sekolah. Mereka berdalih serangannya menghantam kamp persembunyian anggota Hamas yang menyerang negaranya pada 7 Oktober 2023 lalu.

Menurut Direktur Kantor Media Hamas, Ismail Al-Thawabta, pernyataan Israel tidak benar. Dia membantah adanya pos komando Hamas yang disembunyikan di sekolah yang berada Nuseirat di Gaza bagian tengah.

Seorang warga Palestina memegang tangan seorang pria yang tewas dalam pemboman Israel, di halaman Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah pada Sabtu (11/5/2024). Foto: AFP

"Pasukan pendudukan (Israel) menggunakan kebohongan kepada opini publik lewat cerita-cerita palsu demi membenarkan aksi brutal terhadap puluhan orang yang tak punya tempat tinggal," kata Al-Thawabta seperti dikutip dari Reuters.

Warga berjalan di dekat Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza utara dibombardir Israel pada 2023 sehingga tak bisa dipakai lagi. Foto: Mohammad AHMAD / AFP

Menuduh fasilitas publik sebagai tempat persembunyian Hamas biasa dilakukan Israel. Tahun lalu, Israel juga menuduh Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara menjadi persembunyian Hamas sehingga membombardir rumah sakit sumbangan dari rakyat Indonesia itu.

Tuduhan Israel ini dibantah olehpemerintah Indonesia dan Mer-C yang relawannya bekerja di rumah sakit tersebut.

Israel Takkan Stop Serangan

Pada kesempatan berbeda, militer Israel mengatakan sebelum serangan ke Nuseirat, mereka sudah mengambil langkah demi mengurangi risiko adanya warga sipil terluka.

Israel memastikan mereka tak akan menghentikan serangan ke Gaza meski negosiasi gencatan senjata sedang berlangsung. Kini, mediator krisis Gaza sedang mengupayakan terwujudnya gencatan senjata permanen setelah perang pecah selama delapan bulan.

Sebelum serangan ke Nuseirat dimulai pada Rabu (5/6), Israel mengumumkan peluncuran operasi fase baru dalam upaya melawan Hamas di Gaza. Usai pengumuman itu, otoritas medis Palestina melaporkan kematian puluhan orang akibat serangan udara Israel di Gaza.

Sedangkan pada Rabu kemarin, baik Hamas maupun Gerakan Jihad Islam menyatakan para pejuangnya melawan Israel di berbagai titik. Kedua kelompok itu menembaki tentara Israel serta melepaskan rudal antitank.