Israel Tak Mau Mundur dari Lebanon, Negosiasi dengan AS

Israel sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk mempertahankan pasukannya di Lebanon selatan, menurut dua pejabat Israel yang berbicara kepada Reuters, Kamis (18/6).
Pembicaraan itu berlangsung sehari setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan sementara yang menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
Seorang pejabat senior Israel yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pemerintahnya tidak berencana menarik pasukan dari wilayah yang telah dikuasai.
"Israel sedang melakukan negosiasi yang alot dengan Amerika Serikat," kata pejabat tersebut.
Ia menegaskan Israel tidak akan mengubah posisinya, termasuk mempertahankan pasukan di wilayah selatan Sungai Litani, Lebanon.
Israel sebelumnya memperluas operasi militernya di Lebanon selatan setelah Hizbullah melancarkan serangan ke Israel pada 2 Maret sebagai bentuk dukungan terhadap Iran.
Pemerintah Israel menyebut wilayah yang dikuasainya di Lebanon, Gaza, dan Suriah sebagai buffer zone atau zona penyangga untuk mencegah ancaman dari kelompok-kelompok yang dianggap musuh.
Sementara itu, seorang pejabat Israel lainnya mengatakan hasil negosiasi akan bergantung pada sikap Presiden AS Donald Trump terhadap implementasi kesepakatan sementara AS-Iran.
"Hasilnya akan bergantung pada apakah Trump memutuskan untuk menekan Israel agar mematuhi ketentuan dalam kesepakatan tersebut," kata pejabat itu.
