Israel Tangkap 2.600 Lebih Warga Palestina di Jalur Gaza sejak 7 Oktober
·waktu baca 2 menit

Israel telah menangkap lebih dari 2.600 orang Palestina — termasuk 40 staf medis dan delapan jurnalis di Jalur Gaza, sejak penjajah mulai tanpa henti menggempur wilayah kantong itu pada 7 Oktober lalu.
Laporan ini muncul, ketika jumlah korban jiwa Palestina di Jalur Gaza sejak periode yang sama mencapai angka 20.258 orang — sementara 53.688 lainnya luka-luka. Angka ini diprediksi meroket karena ribuan mayat diyakini masih terperangkap di bawah reruntuhan.
Dikutip dari Anadolu Agency, laporan mengenai tahanan Palestina itu disampaikan direktur kantor media pemerintah di Jalur Gaza, Ismail al-Thawabteh, dalam konferensi pers di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa pada Sabtu (23/12).
"Kami telah menerima kesaksian bahwa tentara pendudukan telah melakukan eksekusi lapangan terhadap lebih dari 137 warga sipil Palestina di Gaza dan gubernuran utara," ujar al-Thawabteh.
"Tentara Israel melakukan 1.720 pembantaian selama perang, mengakibatkan 27.258 orang gugur dan hilang, termasuk 20.258 orang yang mencapai rumah sakit, termasuk 8.200 anak-anak, 6.200 wanita, 310 staf medis, 35 dari pertahanan sipil, dan 100 wartawan," tambahnya.
Wanita Hamil Ditembaki
Menurut kesaksian warga, sambung al-Thawabteh, Israeli Defense Forces (IDF) mengerahkan pasukannya untuk menembaki siapa pun yang terlihat dan membiarkan mereka begitu saja. IDF seolah tidak mempedulikan apakah mereka warga sipil atau anggota Hamas.
Dia menjelaskan, terdapat insiden ketika tentara IDF menembaki para wanita hamil yang sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Al-Awda di Jalur Gaza bagian utara. "Mereka mengibarkan kain putih, tetapi penjajah menembaki mereka dari jarak dekat dan kemudian menguburkan mereka di tempat," jelas al-Thawabteh.
Selain itu, IDF dilaporkan telah mendirikan kamp-kamp penahanan di Kota Gaza dan menggali lubang-lubang besar di dalamnya. Puluhan warga Palestina ditempatkan di dalam lubang itu, sebelum dieksekusi dengan cara ditembak dari jarak dekat. Ketika mereka sudah tak lagi bernapas, kata al-Thawabteh, tentara IDF mengubur mereka dengan buldoser atau alat berat lainnya.
Tindakan tidak manusiawi penjajah itu juga pernah terjadi di halaman Rumah Sakit Kamal Adwan, Jalur Gaza bagian utara, beberapa pekan lalu. Kala itu, jurnalis Al-Jazeera Anas al-Sharif melalui platform X memposting video yang memperlihatkan kehancuran, serta potongan tubuh yang tak utuh tergeletak di atas tanah.
Video yang diposting al-Sharif menunjukkan area halaman di mana para pengungsi Palestina mendirikan tenda-tenda sengaja diratakan oleh penjajah sebelum orang-orang bisa melarikan diri.
