Israel Terus Serang Gaza, Trump Pastikan Gencatan Senjata Tidak Terancam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan keterangan kepada wartawan saat perjanjian tentang logam langka dan mineral kritis selama pertemuan di Ruang Kabinet Gedung Putih, Washington, D.C., AS, Senin (20/10/2025). Foto: Kevin Lamarque/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan keterangan kepada wartawan saat perjanjian tentang logam langka dan mineral kritis selama pertemuan di Ruang Kabinet Gedung Putih, Washington, D.C., AS, Senin (20/10/2025). Foto: Kevin Lamarque/Reuters

Presiden AS Donald Trump memastikan gencatan senjata tidak akan terancam pasca-serangan Israel ke Gaza menewaskan 30 orang.

"Tidak ada yang akan mengancam gencatan senjata di Gaza," kata Trump dalam keterangannya, dikutip dari Reuters, Rabu (29/10).

"Mereka (Hamas) menyerang, mereka membunuh prajurit Israel, sehingga pasukan Israel menyerang balik dan mereka seharusnya membalas," lanjutnya.

Baik Israel dan Hamas saling tuduh masing-masing melanggar gencatan senjata. Israel, khususnya, berkali-kali menuduh Hamas melanggar kesepakatan senjata karena gagal mengembalikan jenazah sandera sesuai dengan perjanjian.

Warga berjalan di tengah kehancuran di Kota Gaza, Jalur Gaza utara, Minggu (12/10/2025). Foto: Ebrahim Hajjaj/REUTERS

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan telah memerintahkan meluncurkan serangan besar ke Gaza usai jenazah yang dikembalikan Hamas ke Israel tidak sesuai perjanjian.

Sementara itu, Hamas mengatakan serangan Israel tidak ada hubungannya dengan insiden penembakan di Rafah. Hamas menuduh Netanyahu mencari alasan untuk kembali menyerang Gaza.

Hamas akhirnya memutuskan menunda pemulangan jenazah sandera Israel.