Israel Tetap Serang Lebanon di Tengah Gencatan Senjata
·waktu baca 2 menit

Israel terus menyerang Lebanon meski gencatan senjata telah disepakati. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahkan menolak menarik pasukannya dari Lebanon, Kamis (4/6).
Gencatan senjata Israel-Lebanon diumumkan oleh Amerika Serikat (AS) pada Rabu (3/6) waktu setempat. Akan tetapi, milisi Hizbullah, yang memerangi Israel dari Lebanon, menolak berkomentar terkait kesepakatan tersebut.
Sesaat setelah pengumuman, pihak keamanan di Lebanon melaporkan serangan Israel terus berlanjut di wilayah selatan. Kantor berita Lebanon, National News Agency, kemudian melaporkan serangan drone Israel menewaskan seorang pengendara motor dan melukai beberapa warga lainnya.
Di ibu kota Lebanon, Beirut, terdengar suara drone yang diduga berasal dari Israel.
Militer Israel juga meminta warga di wilayah selatan untuk mengungsi. Mereka menyebut akan terus melanjutkan serangan ke Lebanon selatan untuk menghancurkan fasilitas Hizbullah di sana.
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengatakan gencatan senjata tersebut merupakan kesalahan serius. Ia menegaskan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu seharusnya membawa usulan itu untuk diputuskan melalui pemungutan suara kabinet terlebih dahulu.
"Hizbullah tidak akan menarik milisinya dari kawasan selatan Sungai Litani dan Angkatan Bersenjata Lebanon tidak akan mampu memaksa Hizbullah untuk patuh," kata Ben-Gvir seperti dikutip Reuters.
Sementara itu, Menhan Katz menegaskan Israel akan terus melucuti apa yang mereka sebut sebagai infrastruktur teroris di Lebanon.
"Israel memiliki kebebasan bertindak, yang didukung AS, untuk menyerang Beirut sebagai respons atas serangan terhadap wilayah dan warga Israel," kata Katz.
