Israel Tolak Permintaan Raja Yordania untuk Kirim Al-Quran ke Masjid Al-Aqsa

29 Juli 2022 11:49 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Al-quran. Foto: WML Image/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Al-quran. Foto: WML Image/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Perdana Menteri Israel, Yair Lapid, menolak permintaan Raja Yordania, Abdullah II, untuk mengirimkan kitab suci Al-Quran ke Masjid Al-Aqsa pada Rabu (27/7).
ADVERTISEMENT
Kedua pemimpin itu mengadakan pertemuan di Istana Kerajaan di Amman, Yordania. Selama pembicaraan, Abdullah II meminta agar Yordania diizinkan mengirimkan kitab suci Al-Qur’an.
Raja Abdullah II dari Yordania Foto: Reuters/Keith Bedford
Perdana Menteri Israel, Yair Lapid. Foto: Maya Allezuro/POOL/AFP
Disadur dari The New Arab, Abdullah II telah berulang kali membuat permohonan serupa kepada para pejabat Israel yang melawat ke Amman. Dia sempat mengajukan usulan itu pula ketika menemui Presiden Israel, Issac Herzog.
Abdullah II kemudian mengulanginya kepada pendahulu Lapid, Naftali Bennet. Namun, dia terus mendapatkan penolakan dari Israel.
Sedangkan menurut televisi pemerintah Israel, Kan 11, sebagaimana dikutip Middle East Monitor, penolakan Lapid untuk mengirim Al-Quran karena khawatir akan mempengaruhi suaranya pada pemilu Israel bulan November nanti, mengingat permintaan Yordania itu merupakan "pesan diplomatik dan politik".
Wanita Muslim berdoa pada Jumat terakhir Ramadhan di depan Dome of the Rock (Kubah Batu), di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Jumat (29/4/2022). Foto: Ammar Awad/REUTERS
Keluarga Wangsa Hasyimiyah telah memerintah Yordania sejak 1921. Pihaknya mengemban tugas untuk merawat dan menjaga situs-situs Muslim dan Kristen di Kota Yerusalem.
ADVERTISEMENT
Yordania menuding, Israel telah menggerogoti otoritas Kerajaan di situs-situs suci itu sejak tahun 2000. Israel juga dituding mengabaikan status quo di wilayah tersebut. Negara-negara Arab lainnya juga melayangkan tuduhan serupa.
Yordania merujuk pada tradisi berabad-abad yang melarang non-Muslim untuk beribadah di kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka meyakini, Israel mencoba melanggar batas situs suci Muslim di Kota Tua Yerusalem.
Bentrokan pecah antara warga Palestina dan pasukan Israel saat protes atas ketegangan di Masjid Al-Aqsa Yerusalem di dekat pemukiman Israel Beit El di Tepi Barat yang diduduki Israel, Minggu (29/5). Foto: Mohamad Torokman/Reuters

Ekstremis Yahudi

Ekstremis Yahudi kerap menyerbu pekarangan Masjid Al-Aqsa. Mereka juga seringkali melakukan ibadah dengan perlindungan pasukan Israel. Namun, Israel bersikeras membantah segala tuduhan dari negara-negara Arab.
Pada April 2022, Yordania memperkuat upaya untuk mendorong Israel agar menghormati status quo di Masjid Al-Aqsa. Yordania mendesak Israel menghindari konfrontasi yang dapat memicu konflik besar.
ADVERTISEMENT
Yordania mengabarkan, pihaknya telah kembali membahas solusi dua negara dalam pertemuan Abdullah II dengan Lapid.
"Raja Abdullah menegaskan kembali perlunya perdamaian yang adil, komprehensif, dan abadi berdasarkan solusi dua negara," kata pemerintah Yordania, dikutip dari The Times of Israel, Jumat (29/7).