Israel Tuding Hamas Tak Kembalikan Jenazah Shiri Bibas
ยทwaktu baca 2 menit

Israel menuding satu dari empat jenazah yang dikembalikan Hamas bukan sandera perempuan bernama Shiri Bibas. Hamas sebelumnya menyatakan telah memulangkan Shiri.
Menurut keterangan Israel, dua dari empat jenazah adalah anak Shiri yaitu, Ariel dan Kfir. Mereka dikembalikan ke Israel pada Kamis (20/2) bersama dua jenazah lainnya, termasuk yang disebut Hamas sebagai jenazah Shiri.
Sedangkan satu jenazah lagi adalah seorang jurnalis veteran yang juga aktivis hak Palestina, Oded Lifshitz.
Menurut keterangan jubir militer Israel (IDF) Avichay Adraee, mereka punya bukti bahwa bukan jenazah Shiri yang dipulangkan Hamas pada Kamis kemarin.
"Selama proses diagnostik, ditemukan bahwa jenazah lain yang diserahkan bukan milik Shiri Bibas dan tidak cocok dengan orang lain yang diculik," kata Avichay Adraee lewat pesan Telegram, seperti dikutip dari AFP.
"Kami menuntut Hamas mengembalikan Shiri Bibas beserta semua orang yang diculik," imbuhnya.
Adraee kemudian menuding Hamas sebagai penyebab terbunuhnya para jenazah.
Israel Penyebab Kematian Sandera
Sedangkan Hamas balik menuding Israel sebagai pelaku pembunuhan. Hamas menyatakan, para sandera kehilangan nyawa akibat serangan Israel ke Gaza saat perang pertama kali meletus Oktober 2023 lalu.
Hamas turut pula menyatakan, mereka dan sayap militernya selalu menjaga sandera Israel dan melindungi nyawa mereka.
Pertukaran sandera antara Israel dan Hamas adalah poin utama dari kesepakatan gencatan senjata Israel dan Hamas.
Hamas berjanji akan melepaskan seluruh tawanan. Israel kemudian berkomitmen membebaskan napi Palestina yang ditahan dipenjaranya.
Disandera dalam Keadaan Hidup
Keluarga Bibas dibawa oleh sayap militer Hamas dari Israel ke Gaza dalam serangan mendadak pada 7 Oktober 2023. Dalam video yang dirilis Hamas, kala itu, Shiri dan dua anak balitanya dalam keadaan hidup.
Namun, setelah disandera, Shiri dan dua anaknya tewas akibat pengeboman Israel di wilayah tempat mereka disandera di Gaza.
Hamas sudah berusaha memulangkan jenazah mereka ke Israel, tapi Israel menolak.
Suami Shiri, Yarden, yang juga disandera, bahkan menangis dalam video yang dirilis Hamas. Yarden meminta agar Israel menerima jenazah istri dan kedua anaknya.
Yarden telah dibebaskan Hamas pada 1 Februari 2025.
