kumparan
News24 Juli 2019 19:47

Istaka Karya: Land Rover Terguling di Underpass Sleman Dijamin Asurans

Konten Redaksi kumparan
Land Rover yang Terguling di Proyek Underpass Berhasil Dievakuasi
Evakuasi Land Rover di proyek underpass Kentungan. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Kepala Divisi Operasi 1 PT Istaka Karya, Wirawan, selaku kontraktor proyek underpass Kentungan, Sleman, menjamin mobil Land Rover milik WN Australia yang terguling di jalan samping proyek underpass, dilindungi asuransi. Dia menjelaskan asuransi semacam itu diwajibkan oleh Kementerian PUPR.
ADVERTISEMENT
“Semua proyek yang dilakukan untuk kita kita ada yang namanya CAR. Contractor All Risk itu tercover pihak ketiga semua ada di dalam asuransi. Kalau kita melaksanakan proyek selalu ada itu. Dan pihak PU juga mengharuskan,” jelas Wirawan di Sleman, Rabu (24/7)
Dia juga menjelaskan, tim dari Kementerian PUPR telah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi amblasnya jalan yang menyebabkan dua mobil terjerembab masuk ke galian proyek underpass.
Land Rover berplat nomor Australia yang terguling di Proyek Underpass Kentungan, Yogyakarta
Para petugas proyek di tempat kejadian Land Rover berplat nomor Australia yang terguling di Proyek Underpass Kentungan, Yogyakarta. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
“Kan sudah, itu otomatis dan sudah ada di lapangan. Mereka sedang investigasi, ya, kita siap berkoordinasi,” ujarnya.
Sebelumnya dia juga menjelaskan beban kendaraan yang berlebihan atau overload menjadi penyebab amblasnya jalan di samping proyek. Pasalnya jalan tersebut masih dilewati bus dan truk waktu itu.
ADVERTISEMENT
Jalan tersebut amblas sepanjang 17 meter dan kedalaman galian 3 meter. Mobil Land Rover milik WN Australia dan sebuah truk bermuatan kayu pun terguling ke galian.
“Ya kalau penyebab ambles ya overload, pasti ada beban yang tidak kita duga atau kita perhitungkan lewat di situ. Sekarang ini kita peruntukkan mobil kecil, tapi kan yang lewat truk. Kemudian muatannya kayu penuh, itu kan lebih berat daripada mobil kendaraan biasa,” ujarnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan