Istana Koordinasi Kemhan-Kemlu Soal 3 Prajurit TNI Gugur: Tingkatkan Kewaspadaan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi Pers Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kemhan RI, Jakarta Pusat, Selasa (17/3). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi Pers Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kemhan RI, Jakarta Pusat, Selasa (17/3). Foto: Zamachsyari/kumparan

Istana berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, hingga Panglima TNI atas gugurnya 3 prajurit TNI yang tergabung dalam satgas UNIFIL Lebanon.

Mereka membahas peningkatan kewaspadaan dari para prajurit yang bertugas di lapangan, terutama di daerah rawan.

"Memberikan briefing kepada seluruh pasukan dan prajurit yang masih bertugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Prasetyo kepada wartawan, Selasa (31/3).

Prasetyo menambahkan, koordinasi juga dilakukan untuk memberikan pelayanan pemulangan jenazah yang terbaik.

"Melakukan upaya yang terbaik untuk pemulangan jenazah ketiga prajurit yang gugur," ujarnya.

Di sisi lain, Prasetyo juga menyampaikan pesan belasungkawa dari Presiden Prabowo atas gugurnya personel TNI itu.

Prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL yang gugur di Lebanon. Foto: X/@tni_ad

"Tentunya kita merasa sangat kehilangan dan merasakan duka cita yang sangat mendalam," ucapnya.

Sebelumnya, 3 prajurit Pasukan Penjaga Perdamaian Indonesia gugur akibat serangan Israel di Lebanon.

Insiden terjadi di 2 tempat berbeda. Lokasi pertama berada UNIFIL di Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3), merenggut nyawa Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon dan melukai dua prajurit lainnya.

Peristiwa kedua terjadi di dekat Bani Hayyan, dua pasukan perdamaian RI gugur dalam insiden yang terjadi pada Senin (30/3). Menurut penjelasan UNIFIL, kendaraan mereka hancur akibat ledakan yang belum diketahui sumbernya yang belakangan terungkap imbas ranjau.