Istana: Pejabat Jangan Semena-mena Gunakan Fasilitas Sirene dan Rotator
·waktu baca 2 menit

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons gerakan 'Stop Tot Tot Wuk Wuk di Jalan'. Gerakan penolakan terhadap penggunaan sirene dan strobo ini tengah disorot.
Prasetyo meminta penggunaan strobo dan sirene tidak boleh semena-mena. Ia mengatakan, semua pihak harus mengikuti ketertiban masyarakat pengguna jalan.
“Kalau pun kemudian fasilitas itu dipergunakan, tentunya kita harus memperhatikan kepatutan, kemudian memperhatikan ketertiban masyarakat pengguna jalan yang lain. Sehingga bukan berarti menggunakan fasilitas tersebut, semena-mena atau semau-maunya itu,” kata Prasetyo kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (19/9).
Prasetyo juga meminta agar penggunaan sirene dan strobo tidak melampaui batas wajar. Menurutnya, selama ini penggunaan strobo dan sirene untuk efektivitas waktu.
“Karena memang ada beberapa yang kemudian memang membutuhkan fasilitas tersebut hanya untuk efektivitas waktu, tapi sekali lagi yang bisa kita lakukan, yang telah terus menerus kita, kita imbau bahwa fasilitas-fasilitas tersebut, jangan digunakan untuk sesuatu yang meliputi batas-batas wajar,” imbaunya.
Di sisi lain, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani meminta masyarakat untuk terlibat langsung menegur para pengguna strobo dan sirine yang tidak sesuai ketentuan.
“Ketika menemukan kendaraan pribadi di jalan gunakan rotator sirine berlebih diingatkan boleh saja, tentunya lihat situasi juga jangan sampai malah membuat kemacetan,” kata Ojo Ruslani saat dikonfirmasi kumparan, Jumat (19/9).
