Istana: Respons Humas Kementerian soal Isu Panas Masih Lambat

Setelah ditunjuk sebagai staf khusus bidang komunikasi antarkementerian dan lembaga, Adita Irawati langsung tancap gas. Bahkan, ia sudah mengumpulkan humas dari kementerian, lembaga, sekretaris menteri, dan deputi seluruh menteri untuk memperbaiki respons terhadap isu-isu tertentu yang selama ini dinilai lambat.
"Karena kita melihat, kok lambat, responsnya delay. Tidak semata karena substansinya, tapi lebih kepada birokrasi yang ada di kementerian itu sendiri. Jadi kita ingin bantu, goverment, public relation sudah didelegasikan kepada Kominfo," kata Adita di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (24/5).
Ia menyebutkan, sebagai staf khusus presiden, tugasnya adalah membantu membukakan jalan dan mengingatkan kepada kementerian dan lembaga untuk lebih cepat merespons isu. Selain itu, ia juga menekankan agar informasi yang diberikan kepada masyarakat bisa lebih akurat.
"Tetapi kami di staf khusus sifatnya membantu membuka jalan terus melakukan reminder kepada kementerian, lebih sinergis, lebih cepat respons isu, lebih akurat menyampaikan informasi dan lebih terintegrasi," lanjut dia.
Selain itu, ia menjelaskan, salah satu tugasnya adalah mensinergikan kementerian dan lembaga yang ada. Apalagi, di era digital, komunikasi menjadi salah satu faktor penting untuk membangun informasi yang positif namun tetap sesuai dengan fakta.

"Masih ada pekerjaan di channel yang sumbatannya masih belum clear, ini perlu dibantu untuk dibuka. Untuk kementerian, menjadi tugas pertama di tim komunikasi untuk kemudian melakukan koordinasi dan integrasi ke semua lini pemerintah," paparnya.
Meski, ia mengakui, menurut hasil riset saat ini komunikasi antara kementerian dan lembaga memang masih ada kendala. Menurutnya, bahkan hingga tahun ini masalah komunikasi tersebut belum juga selesai sehingga pemerintah kemudian memutuskan untuk menunjuknya sebegai staf khusus yang membantu hal itu.
"Riset-riset itu mejadi basis pemerintah melihat komunikasi mendapatkan perhatian lebih. Itulah kenapa ada penambahan staf khusus, tugas utamanya membantu untuk bisa melakukan komunikasi yang lebih terintegrasi," tutur Adita.
