Istana Sebut Prabowo Sedang Direncanakan Kunjungi NTT, Cek Warga Terdampak Gempa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto sedang direncanakan untuk mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut.

“Sedang direncanakan. Sedang direncanakan, tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan bukan kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu,” kata Pras di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8).

Pras menjelaskan kunjungan Presiden membutuhkan persiapan dan sarana pendukung yang lebih kompleks dibandingkan kunjungan biasa. Karena itu, pemerintah masih mempertimbangkan kondisi di lapangan sebelum menentukan waktu keberangkatan Prabowo.

“Karena kehadiran seorang Presiden tentu membutuhkan persiapan dan sarana-sarana yang tidak seperti kunjungan biasa,” katanya.

Menurut Pras, pemerintah saat ini terus memantau perkembangan penanganan gempa di NTT. Laporan mengenai kondisi lapangan diterima pemerintah setiap hari dari sejumlah pihak terkait, termasuk para menteri, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Jadi yang penting adalah kami setiap hari memonitor, ya, para menteri juga melaporkan, Kepala Basarnas setiap hari laporan kepada kami, kemudian BNPB juga laporan dan kami juga mengapresiasi karena banyak pemerintah provinsi, pemerintah daerah yang lain juga mengirimkan bantuan-bantuan, termasuk misalnya seperti dari Pemprov Jawa Tengah,” jelas Pras.

“Ini bukti solidaritas kita bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah,” sambungnya.

Terkait apakah Prabowo berpeluang mengunjungi NTT pada pekan ini, Pras mengatakan akan melihat kondisi di lapangan terlebih dahulu.

“Nanti kita lihat kan, kita lihat kondisinya di lapangan,” tuturnya.

Sebelumnya, bantuan terus dikirim ke korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8). Banyak bangunan dilaporkan rusak dan ribuan warga harus mengungsi.

Sebanyak 50 ribu paket sembako bantuan Presiden Prabowo Subianto didistribusikan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Masjid Nurul Huda rusak akibat gempa bumi di Reok, Nusa Tenggara Timur, Selasa (18/8/2026). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan paket sembako tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok, antara lain beras, margarin, gula, dan sarden.

“Kami juga mendapat bantuan logistik dari Bapak Presiden. Ada 50.000 paket sembako, isinya ada beras 2,5 kg, margarin 200 gram, gula 1 kg, sarden 425 gram, dan lain sebagainya,” kata Suharyanto, Minggu (16/8).

Dari total bantuan tersebut, sebanyak 4.925 paket telah masuk dan mulai didistribusikan pada Minggu (16/8). Rinciannya, 3.200 paket berada di Labuan Bajo dan 1.725 paket di Maumere.

Menurut Suharyanto, bantuan tersebut selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak, termasuk warga yang mengungsi. Di Kabupaten Manggarai, misalnya, terdapat sekitar 4.000 warga yang mengungsi.