Istana soal Eks Marinir Minta Pulang dan Jadi WNI Lagi: Kita Cari Jalan Terbaik
·waktu baca 2 menit

Mensesneg Prasetyo Hadi merespons soal viral eks Marinir, Satriya Arta Kumbara, yang meminta bantuan untuk pulang dan ingin kembali menjadi WNI. Satriya jadi tentara bayaran Rusia dan kini berperang di Ukraina.
Prasetyo mengatakan, pemerintah belum memutuskan masalah ini.
"Sedang kita cari jalan keluar yang terbaik," kata Prasetyo kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (25/7).
Politikus Gerindra ini mengatakan, pemerintah sudah berkoordinasi melibatkan kementerian terkait yakni Kemlu, Kementerian Imigrasi, Kementerian Hukum, hingga Mabes TNI dan TNI AL.
Sejauh ini, belum ada keputusan terhadap nasib Satriya.
"Sedang kita koordinasikan dengan seluruh jajaran baik Kemlu kemudian di Kementerian Imigrasi kemudian di Kementerian Hukum. Juga kita berkoordinasi dengan Panglima TNI dan KSAL untuk mencari jalan keluar terbaik," kata Prasetyo.
Jadi Tentara Bayaran Imbas Pinjol
Dankormar Mayor Jenderal TNI Endi Supardi menyebut Satriya Arta Kumbara menjadi tentara bayaran karena terlilit utang.
"Dia ada pinjam di pinjol, pinjaman di bank ya. Berkaitan dengan bank di BRI dan BNI dengan nilai Rp 750 juta," kata Endi.
Endi menduga Satriya meminjam uang sebesar itu untuk menutupi gaya hidupnya yang terbilang hedonis.
Karena kesulitan membayar utang, Endi akhirnya mencoba peruntungan dengan bermain judi online (judol). Niat hati uang hasil judol dipakai untuk membayar utang, Endi mengatakan Satriya justru semakin merugi.
Endi melanjutkan, desakan itu membuat Satriya ingin mencari uang dengan cara lain yakni dengan bergabung menjadi tentara bayaran Rusia.
Endi mengatakan Satriya sudah tidak terlihat bertugas sejak 2022 dan akhirnya dipecat oleh TNI 2023. Beberapa tahun kemudian, Endi baru mengetahui bahwa Satriya sudah bergabung dengan tentara bayaran Rusia dan kini sedang berperang melawan Ukraina.
