Istana soal Kebakaran Hutan Gunung Bromo: Rancang OMC-Ingatkan Warga Mawas Diri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/8). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/8). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Istana merespons terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, yang terus meluas.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah telah berkoordinasi untuk berupaya memadamkan api agar tidak terus meluas.

“Dari masa El Nino ini masih banyak terjadi karhutla-karhutla di sebagian wilayah Indonesia, beberapa yang sangat banyak jumlah titik api adalah di Kalimantan Barat dan di Kalimantan Tengah dan yang cukup besar terjadi di Jawa Timur, di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,” ujar Pras di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/8).

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Jawa Timur kemudian dengan Pangdam dengan Kapolda, kemudian dengan Menhut beserta dengan seluruh jajaran kepala Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk terus melakukan upaya sekeras-kerasnya untuk sesegera mungkin melakukan proses pemadaman supaya tidak terus meluas,” lanjutnya.

Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (9/8/2026). Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya

Pras juga mengimbau warga untuk mawas diri agar tidak melakukan sesuatu yang menimbulkan kebakaran. Hal itu disampaikannya mengingat kondisi cuaca saat ini yang kemarau.

“Sambil juga tentunya kita mengimbau kepada seluruh masyarakat bahwa memang ini kondisi cuaca yang sangat kering sehingga rentan terjadinya percikan-percikan api,” kata Pras.

“Sehingga kami mohon dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk kita mawas diri ya menghindari melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kebakaran-kebakaran yang tidak terkendali,” sambung dia.

Istana juga telah rapat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk merancang operasi modifikasi cuaca (OMC).

“Jadi termasuk dengan BMKG, kami tadi pagi juga rapat dengan BMKG untuk merancang operasi modifikasi cuaca (OMC),” tutur Pras.

Pras juga mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah memberi atensi penuh terhadap kejadian karhutla. Oleh karena itu, pemerintah juga terus mengerahkan peralatan untuk mengatasi karhutla.

“Hanya memang secara teknis tidak semuanya memungkinkan dilakukan OMC, tetapi semua dimonitor, kemudian peralatan-peralatan termasuk water bombing, helikopter dan pesawat-pesawat yang dapat membantu untuk mengatasi karhutla sesuai dengan petunjuk dan perintah bapak Presiden tadi malam. Hari ini semua kami koordinasikan,” pungkas dia.