Istana soal Pembatasan Game Online: Tolong Jangan Disalahartikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensesneg Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan di ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mensesneg Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan di ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pembatasan game online bermuatan kekerasan seperti PUBG usai terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta. Arahan ini pun menuai pro kontra di tengah publik.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pun meminta arahan Prabowo itu untuk jangan disalahartikan. Katanya, pembatasan artinya pengaturan.

“Hanya kan, mohon maaf juga, jangan disalahartikan ya. Artinya, pembatasan mana, pembatasan ini adalah lebih kepada pengaturan,” ucap Prasetyo di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (13/11).

Pras menilai, game online merupakan salah satu penyebab pelaku—yang merupakan siswa—meledakkan bom di sekolahnya. Sehingga, perlu adanya pengaturan.

“Memang kemudian, kasus yang kemarin, game bukanlah satu-satunya penyebab. Tetapi, tentu kita juga menyadari banyak hal yang harus kita telaah ulang. Hal-hal yang sekiranya itu berdampak yang kurang baik,” ucap Prasetyo.

“Apa pun itu, tidak hanya masalah game online,” tambahnya.

Menurut Pras, Istana tidak hanya menyorot efek game online saja dalam kasus ini. Mereka juga akan mendalami dugaan bullying sebagai motif pelaku ledakan.

“Kalau kemudian kasus yang kemarin itu karena akibat perundungan, sebagaimana juga yang sudah pernah kami sampaikan, itu juga harus sebagian dari yang menjadikan perhatian bagi kita semua,” ucap Pras.

“Supaya perundungan-perundungan, apalagi yang mengarah kepada kekerasan, itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama-sama. Dari lingkungan keluarga, kemudian lingkungan di sekitar tempat tinggal, di lingkungan sekolah, di lingkungan pergaulan. Kira-kira begitu maknanya,” tambahnya.

Terkait pembatasan game online, Pras mengatakan sudah ada pembicaraan dengan Kementerian Komdigi.

“Ya, ada pembicaraan,” ucap Pras.