Istana soal Prabowo Minta Polisi Korban Ricuh Naik Pangkat: Mereka Korban Anarki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi. Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi. Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Kepala Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi menjelaskan soal Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menaikkan pangkat para polisi yang menjadi korban demonstrasi ricuh.

Hasan mengatakan, mereka adalah korban kerusuhan yang sedang menjalankan tugas untuk menjaga ketertiban umum dan berhadapan dengan para pelaku kekerasan.

"Jadi, mereka adalah aparat negara yang menjadi korban dari tindakan anarkis," kata Hasan kepada wartawan di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (2/9).

Presiden Prabowo menjenguk aparat yang terluka akibat ricuh di RS Polri pada Senin (1/9/2025). Foto: Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden

Hasan menjelaskan bahwa aparat yang tumbang pada saat kerusuhan itu adalah korban dari para penyusup dan pelaku anarki yang tidak menyampaikan aspirasi apa pun.

"Jadi, mereka sedang menjalankan tugas negara untuk menegakkan ketertiban umum berhadapan dengan para pelaku anarki, bukan karena berhadapan dengan para demonstran yang menyampaikan aspirasi," ujarnya.

Personel polisi membentuk barikade saat pengunjuk rasa merangsek dalam aksi di depan kantor DPRD Kota Ternate di Ternate, Maluku Utara, Senin (1/9/2025). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

Lebih lanjut, Hasan menuturkan, biasanya para pendemo pada sore hari sudah membubarkan diri dengan tertib. Namun berbeda dengan tindakan pelaku anarki yang malah ricuh hingga malam hari.

"Dan kalau yang menyerang polisi malam-malam, menyerang gedung pemerintah malam-malam, membakar halte, membakar gedung pemerintah, dengan para pelaku anarki yang oleh pemerintah harus dikira-kira benar," tandas dia.