Istana Terkejut Ada Paskibraka dari Sekolah Rakyat: Ikut Bangga dan Terharu

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional mengikuti latihan tingkat pusat di Lapangan PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional mengikuti latihan tingkat pusat di Lapangan PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengaku terkejut sekaligus bangga mengetahui salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional untuk upacara HUT 81 RI berasal dari Sekolah Rakyat.

Pras mengatakan Presiden Prabowo Subianto sejauh ini belum mengetahui informasi tersebut. Menurutnya, pihak Istana juga baru mengetahui setelah proses seleksi Paskibraka dari 38 provinsi berlangsung.

"Pertama, sepertinya beliau belum tahu. Belum tahu, karena memang kita juga belum secara detail melaporkan gitu ya. Yang kedua, memang juga kami sendiri sebagai penanggung jawab juga surprised," kata Pras kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (12/8).

Pras mengatakan proses seleksi Paskibraka berjalan sebagaimana mestinya dan pihaknya tidak mengikuti seluruh proses seleksi secara detail. Karena itu, kabar adanya siswa Sekolah Rakyat yang lolos menjadi Paskibraka nasional turut membuatnya bangga dan terharu.

"Ketika kami pun mendapatkan informasi bahwa ada salah satu yang lolos adik-adik Paskibra ini yang ternyata berasal dari Sekolah Rakyat, ya kita terus terang juga ikut bangga, ikut terharu," ujarnya.

Menurut Pras, lolosnya siswa Sekolah Rakyat menjadi Paskibraka nasional menunjukkan bahwa setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi.

"Ya, itulah membuktikan bahwa siapa pun kita ini sebagai sesama anak bangsa manakala diberi kesempatan atau ada kesempatan, ada peluang atau ada sesuatu yang memungkinkan untuk ikut berpartisipasi, sudah tidak lagi kemudian membeda-bedakan kita ini berasal dari mungkin keluarga yang lebih mampu atau yang tidak mampu," katanya.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/8). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Ia menegaskan proses seleksi Paskibraka mengedepankan kompetensi dan kerja keras. Terlebih, menjadi Paskibraka tingkat nasional bukan perkara mudah karena membutuhkan kesiapan fisik dan mental.

"Semua berbasis kompetensi, semua berbasis kerja keras. Tidak mudah lho," ujarnya.

Pras menilai para anggota Paskibraka harus menjalani latihan secara intensif. Selain kemampuan fisik, mereka juga dituntut memiliki kesiapan mental karena akan tampil di hadapan masyarakat Indonesia.

"Saudara nanti akan harus tampil ya, tidak boleh salah, tidak boleh ada yang keliru, dan di benak Anda, Anda berpikir bahwa Anda disaksikan oleh seluruh bangsa Indonesia, itu bukan sesuatu hal yang mudah," katanya.

Atas capaian tersebut, Pras mengajak masyarakat untuk melihat berbagai hal secara positif dan memberikan apresiasi terhadap setiap bentuk kerja keras.

"Marilah kita semua lebih banyak untuk kita memandang sesuatu itu dari sisi yang positif. Bahwa ada kekurangan, ya, bahwa ada mungkin yang belum sempurna, iya, tapi segala hal profesi kita apa pun, bidang kita apa pun, itu segala sesuatunya perlu diapresiasi dan perlu kita hargai," tuturnya.

"Itu nggak mudah," imbuh Prasetyo.