Istana Ungkap Alasan Gibran Tak Duduk Berdampingan dengan Prabowo saat SKP

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensesneg Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mensesneg Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak sejajar dengan Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna (SKP).

Dalam SKP di Istana, Senin (20/7), Gibran duduk sederet dengan para Menko.

Prasetyo menjelaskan, SKP merupakan sidang rutin pertengahan tahun yang digelar untuk mengevaluasi capaian pemerintah pada semester pertama sekaligus memberikan arahan percepatan program prioritas pada semester kedua.

"Sidang kabinet paripurna sebelum yang kemarin itu dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2026. Jadi kurang lebih empat bulan yang lalu. Ini adalah sidang kabinet paripurna rutin yang diselenggarakan oleh Bapak Presiden," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/7).

Menurut Prasetyo, dalam sidang tersebut Prabowo menyampaikan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pemerintah selama sekitar 20-21 bulan masa pemerintahannya.

Kebutuhan Teknis

Karena materi yang dipaparkan cukup banyak dan disertai data-data, Prabowo perlu menggunakan teleprompter sebagai alat bantu presentasi.

"Nah, di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau menggunakan alat bantu namanya teleprompter," ujarnya.

Preisden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/7/2026). Foto: Instagram/ @airlanggahartarto_official

Prasetyo menegaskan, penggunaan teleprompter itulah yang memengaruhi pengaturan posisi duduk Presiden dan Wakil Presiden selama sidang berlangsung.

"Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout, kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah," tuturnya.

"Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," jelas Prasetyo.

Ia meminta publik tidak terlalu fokus pada tata letak tempat duduk, melainkan pada substansi arahan Presiden kepada jajaran Kabinet Merah Putih.

Preisden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (21/7/2026). Foto: Instagram/ @airlanggahartarto_official

Prasetyo mengatakan, dalam sidang tersebut Prabowo menyoroti berbagai capaian pemerintah selama hampir dua tahun terakhir sekaligus meminta seluruh kementerian dan lembaga mempercepat penyelesaian program-program prioritas nasional.

"Yang paling penting justru bagaimana secara substantif apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden kepada seluruh jajaran adalah memberikan penilaian, memberikan evaluasi, menyampaikan prestasi-prestasi Kabinet Merah Putih yang selama kurang lebih 21 bulan diberikan kepercayaan di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Bapak Gibran Rakabuming Raka sudah banyak sekali prestasi-prestasi yang berhasil dicapai," tandas dia.