Istana Ungkap Pertimbangan Prabowo Tunjuk 24 Nama Calon Dubes

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi di Kantor PCO, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Presidential Communication Office (PCO) Hasan Nasbi di Kantor PCO, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi mengatakan, pemilihan 24 calon duta besar, termasuk untuk Amerika Serikat (AS), adalah prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

Hasan mengungkapkan penunjukan 24 calon dubes tersebut didasarkan atas banyak pertimbangan. Termasuk perkembangan situasi global yang menjadi pertimbangan besar dari Prabowo.

"Ada sisanya itu orang-orang yang dianggap punya kemampuan, punya modal sosial, punya keluwesan, punya kelincahan, banyak network di negara yang bersangkutan. Jadi kalau berbasis integritas, kompetensi, pengalaman tidak melulu harus karier, tapi kompetensi, networking, tahu seluk beluk sebuah negara itu menjadi pertimbangan penting juga untuk menunjuk seorang duta besar," kata Hasan di kantor PCO, Jakarta Pusat, Selasa (8/7).

Calon Dubes RI untuk Amerika Serikat (AS) Indroyono Soesilo tiba di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta untuk mengikuti fit and proper test bersama Komisi I DPR pada Sabtu (5/7/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Hasan juga merespons penunjukan 24 dubes tersebut yang dianggap dilakukan cukup cepat. Ia menegaskan posisi untuk dubes tersebut memang barus diiisi, apalagi beberapa sudah lama kosong.

"Jadi memang harus diisi. Jadi ini bukan soal prosesnya cepat atau tidak, tapi memang posisi-posisi ini harus sesegara mungkin diisi oleh pemerintah kita untuk menjalin hubungan yang lebih baik dan lebih erat dengan negara-negara sahabat," kata Hasan.

Nurmala Kartini Sjahrir, calon duta besar RI untuk Jepang tampak hadiri proses fit and proper test di Komisi I DPR pada Sabtu (5/7/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Hasan mengatakan para duta besar tersebut diharapkan dapat meningkatkan hubungan baik Indonesiaa dengan negara-negara sahabat.

"Tentu tidak hanya dalam soal ekonomi, tidak hanya dalam soal diplomasi, tapi dalam segala macam hal untuk menciptakan perdamaian dunia. Ini penting, pak presiden selalu sampaikan, menciptakan tatanan dunia yang stabil. Karena begitu tatanan dunia tidak stabil, pasti punya impact terhadap banyak hal termasuk perekonomian negara kita," ucap dia.

instagram embed

Hal serupa juga diharapkan dengan adanya penunjukan dubes RI untuk AS. Hasan menegaskan penunjukan dubes AS tidak hanya untuk satu dua tujuan saja, melainkan untuk kepentingan jangka panjang.

"Termasuk juga di Amerika kan sudah kosong beberapa tahun dan harus segera diisi. Tentu kepentingannya adalah untuk kepentingan jangka panjang. Hubungan baik, diplomasi, hubungan kerja sama, hubungan ekonomi kita dengan Amerika Serikat dalam jangka panjang," ujar Hasan.

"Tentu tidak hanya spesifik untuk satu-dua tujuan tertentu, tapi untuk kepentingan kita di jangka panjang," tandas dia.

Uji kelayakan dan kepatutan 24 calon dubes RI untuk negara sahabat telah dilakukan DPR RI pada Sabtu-Minggu, 5-6 Juli 2025.