Istanbul Berpotensi Diguncang Gempa Besar pada 2030

18 Februari 2023 10:58 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tim penyelamat membawa korban Suriah berusia 19 tahun, Abdul Hamid dengan tandu setelah dia diselamatkan, setelah gempa mematikan di Hatay, Turki, Jumat (10/2/2023). Foto: Emilie Madi/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Tim penyelamat membawa korban Suriah berusia 19 tahun, Abdul Hamid dengan tandu setelah dia diselamatkan, setelah gempa mematikan di Hatay, Turki, Jumat (10/2/2023). Foto: Emilie Madi/REUTERS
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Gempa 7.8 magnitudo yang mengguncang Turki pada pekan lalu memicu kekhawatiran baru. Bencana serupa berpotensi terjadi di Istanbul.
ADVERTISEMENT
Bila kekhawatiran itu terjadi bisa jadi jumlah korban jiwa jauh lebih besar dari gempa tenggara. Pada gempa 6 Februari menyebabkan lebih dari 38 ribu orang di Turki kehilangan nyawa.
Menurut penelitian sejumlah seismolog, kemungkinan gempa besar akan terjadi di Istanbul pada 2030. Istanbul merupakan kota terbesar dan rumah bagi 16 sampai 20 juta warga.
Masjid Sultanahmet, yang dikenal sebagai Masjid Biru, terlihat saat hujan salju lebat di Istanbul, Turki, Selasa (25/1/2022). Foto: Umit Bektas/REUTERS
Istanbul juga terletak di salah satu patahan utama di Turki. Dengan penduduk mencapai puluhan juta kepadatan di Istanbul sangat tinggi.
Pada 1999 lalu gempa besar yang terjadi di sebelah timur kota tersebut menyebabkan 17 ribu orang. Saat itu jumlah penduduk Istanbul dua kali lebih sedikit.
Seorang sarjana perkotaan Turki, Murat Gurney, mengatakan korban jiwa dalam jumlah besar bisa terhindar bila pemerintah memiliki kemampuan merelokasi warga yang tinggal di bangunan tak layak dan tempat kumuh.
ADVERTISEMENT
"Gempa besar lebih dari 7.5 magnitudo diprediksi terjadi di Istanbul. Gempa semacam itu bisa menyebabkan kematian ratusan ribu orang dan juga total bangunan roboh dan rusak parah sekitar 50 ribu sampai 200 ribu," kata Guney kepada AFP.
"Bangunan berisiko tinggi, yang mayoritas liar dan tidak tahan gempa, harus segera ditranformasi agar mereka tidak roboh bahkan terhadap gempa kecil sekali pun," sambung dia.
Meski prediksi yang disampaikan mengerikan, Guney mengatakan masih ada kabar baik. Setelah 2008 Istanbul punya 150 ribu bangunan tahan gempa yang masih belum ditempati.
"Mereka milik perusahaan kontruksi yang menunggu pelanggan, atau rumah kedua atau ketiga orang kaya yang tak mau repot-repot menyewa apartemen," ucap Guney.
"Jumlah bangunan kosong cukup untuk mereka yang mau pindah dari bangunan risiko tinggi. Namun, keputusan politik belum pernah diambil oleh pemerintah," ucap dia.
ADVERTISEMENT
Guney menambahkan, selain pemindahan dan pembangunan bangunan tahan gempa, Pemerintah Turki didorong untuk menggelontorkan dana pencegahan gempa.
"Uang pajak tidak digunakan dengan baik dan efisien," tutur dia.