Istri Alexei Navalny, Oposisi Putin, Sebut Suaminya Meninggal karena Diracun
·waktu baca 2 menit

Istri dari mendiang Alexei Navalny, tokoh oposisi Presiden Rusia Vladimir Putin yang meninggal dunia di penjara, menyebut dua laboratorium independen menemukan bahwa suaminya diracun.
Dikutip dari AP, Kamis (18/9), istri Navalny, Yulia Navalnaya, mengatakan sampel biologis dari tubuh Navalny telah dibawa ke luar Rusia dan dites di dua laboratorium di luar negeri. Dia mengatakan kedua laboratorium itu menyimpulkan bahwa Navalny diracun, tapi tidak merilis hasil temuannya karena pertimbangan politik.
"Laboratorium di dua negara berbeda ini mencapai kesimpulan yang sama: Alexei dibunuh. Lebih spesifik, dia diracun," kata Navalnaya dalam pernyataan video yang diunggah di media sosial.
Dalam pernyataan itu, Navalnaya mempertanyakan kurangnya rekaman video dari penjara dan menunjukkan gambar yang diduga merupakan sel Navalny di hari kematiannya, yang memperlihatkan ada muntahan di lantai. Dia tidak memberikan bukti langsung bahwa Navalny diracun atau bahwa hal itu dilakukan oleh otoritas penjara.
"Saya menuntut agar laboratorium yang melakukan penelitian mempublikasikan hasilnya. Berhenti menenangkan Putin demi pertimbangan yang lebih tinggi. Anda tidak bisa menenangkannya. Selama anda diam, dia tidak berhenti," kata Navalnaya lagi.
Navalnaya telah berkali-kali menyalahkan Putin atas kematian suaminya. Dugaan keterlibatan Putin atas kematian oposisinya itu dibantah oleh pemerintah Rusia.
Musuh Bebuyutan Putin
Navalny dikenal sebagai musuh bebuyutan Putin. Dia meninggal saat menjalani hukuman penjara pada Februari 2024. Dia dihukum 19 tahun penjara dan meyakini hukuman itu bermotif politik.
Pada 2020, Navalny juga pernah keracunan. Dia diterbangkan ke Berlin untuk menjalani perawatan selama dua hari dalam keadaan koma. Tes yang dilakukan laboratorium di Jerman, Prancis, Swedia, dan Organisasi Pelarangan Senjata Kimiam menyimpulkkan bahwa Navalny terpapar racun Novichok.
Novichok adalah nama dari sekelompok agen saraf yang sangat beracun dan mematikan, dikembangkan secara rahasia oleh Uni Soviet pada tahun 1970-an dan 1980-an.
