Istri Anggota TNI Diperiksa Kasus Pembunuhan PNS Semarang, Ponakan Eks Walkot
ยทwaktu baca 2 menit

Dua prajurit TNI berinisial AG dan AR diperiksa terkait kasus pembunuhan PNS Bapenda Semarang, Paulus Iwan Boedi Prasetijo. Tak hanya mereka, istri AG berinisial NR juga turut diperiksa.
NR merupakan keponakan mantan Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip. Berdasarkan informasi yang diterima kumparan, NR juga seorang PNS di Pemkot Semarang.
Komandan Polisi Militer Kodam IV/Diponegoro Kolonel Cpm Rinoso Budi mengatakan, ketiganya itu diamankan pada 19 September di rumahnya masing-masing. NR kemudian diserahkan ke Polrestabes Semarang untuk diperiksa.
"Keduanya [AG dan AR] ini adalah oknum anggota TNI AD. Kita amankan, kita bawa ke Mapomdam dalam rangka dimintai keterangan. Kami menyerahkan Saudari NR, istri anggota Saudara AG berserta HP-nya ke Polrestabes Semarang," ujar Rinoso dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (13/10).
Saat itu, Rinoso berharap polisi bisa mengumpulkan keterangan dari NR. Namun, justru keesokan harinya NR dibebaskan oleh polisi.
"Artinya belum cukup bukti belum ada bukti permulaan yang cukup," jelas Rinoso.
Kenal Sukawi Sutarip
Rinoso juga menyebut, AG dan AR mengenal sosok Sukawi Sutarip. Mereka disebut dekat dengan mantan Wali Kota Semarang itu. Apalagi NR merupakan keponakan dari Sukawi.
"Ini kan terkait korupsi, tahun 2010 waktu itu Bapak Sukawi, ya. Nah, dua orang ini diduga dekat, apalagi Saudara AG ini istrinya adalah keponakan Pak Sukawi. Ada hubungan memang. Tapi arah ke pembunuhan belum ada bukti permulaan yang cukup. Ada keterikatan keluarga, istrinya keponakan. Keduanya dekat dengan mantan Wali Kota Semarang," beber Rinoso.
Sukawi Sutarip adalah Wali Kota Semarang 2 periode, yaitu tahun 2000-2005 dan 2005-2010.
Meski hingga kini belum ditemukan bukti keterlibatan dua anggota Polisi Militer itu, namun Rinoso berjanji akan mengusut kasus ini hingga terang.
"Kesimpulannya sampai saat ini belum ada bukti permulaan yang cukup adanya keterlibatan oknum TNI. Namun sekali lagi, kita tetap melaksanakan penyelidikan," kata Rinoso.
Andika Memonitor
Semetara itu, pada Rabu (12/10) kemarin Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menegaskan bahwa dia memantau kasus ini. Secara reguler ada laporan yang disampaikan kepadanya.
"Langsung saya kontrol per minggunya ditangani oleh Kodam, tapi laporan terus langsung kepada saya," kata Andika.
Polisi menduga pelaku pembunuhan orang yang terlatih dan mengetahui situasi sepi Marina.
