Istri Eks PM Nepal Tewas saat Kediamannya Dibakar Massa

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demonstran berkumpul saat asap mengepul di kompleks Parlemen, Kathmandu, Nepal, Selasa (9/9/2025). Foto: Adnan Abidi/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Demonstran berkumpul saat asap mengepul di kompleks Parlemen, Kathmandu, Nepal, Selasa (9/9/2025). Foto: Adnan Abidi/REUTERS

Istri mantan Perdana Menteri Nepal Jhalanath Khanal, Rajyalaxmi Chitrakar, tewas usai menderita luka bakar parah saat kediamannya di Kathmandu dibakar oleh massa yang ricuh, Selasa (9/9) kemarin.

Dikutip dari Times of India, Rabu (10/9), sumber dari pihak keluarga mengatakan Chitrakar berada di dalam rumah ketika massa membakar rumah. Chitrakar segera dibawa ke Rumah Sakit Kirtipur Burn dalam kondisi kritis, tapi dinyatakan tewas karena luka yang dideritanya.

Demo yang berakhir ricuh itu menewaskan setidaknya 19 orang. Polisi bahkan memberlakukan jam malam, dan tentara mulai dikerahkan untuk patroli di Kathmandu dan wilayah-wilayah lain.

Rumah PM Juga Dibakar

Massa juga membakar kediaman K.P. Sharma Oli yang pada akhirnya menyatakan mundur sebagai perdana menteri kemarin. Kantor kepresidenan hingga gedung parlemen juga dibakar oleh massa.

Para demonstran yang membawa plakat berdiri di balik barikade selama protes menentang korupsi dan keputusan pemerintah untuk memblokir beberapa platform media sosial, di Kathmandu, Nepal, Senin (8/9/2025). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERS

Demonstrasi awalnya berlangsung damai. Demonstrasi yang dimotori Gen Z itu menuntut dicabutnya blokir media sosial dan pemberantasan korupsi yang merajalela.

Kehidupan anak-anak pejabat yang mereka sebut "Nepo Kids" atau "Nepo Baby" viral di media sosial dan memicu kemarahan warga Nepal. Mereka menilai gaya hidup mewah yang ditampilkan para anak pejabat berasal dari pajak rakyat dan merupakan hasil korupsi.

Para demonstran membawa plakat di balik barikade selama protes menentang korupsi dan keputusan pemerintah untuk memblokir beberapa platform media sosial di Kathmandu, Nepal, Senin (8/9/2025). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERS

Meski pemerintah pada akhirnya mencabut blokir media sosial, demonstrasi tidak berhenti. Mereka terus menyuarakan pemberantasan korupsi dan menuntut pertanggung jawaban polisi atas kematian 19 orang dalam aksi tersebut.