Istri Kapolri dan Kecintaannya Terhadap Lautan Indonesia

Tri Suswati, istri Kapolri Jenderal Tito Karnavian, menceritakan awal mula kecintaan dirinya terhadap lautan Indonesia. Sejak 2012, Tri menemukan hobi baru: diving.
Tri mengatakan, hobi itu ditulari dari suaminya, yang sangat menyukai kegiatan menyelam. Saat Tito masih menjabat sebagai Kapolda Papua, Tri mengaku penasaran dengan keindahan lautan di Kepulauan Raja Ampat.
"Sejak Pak Tito menjabat Kapolda Papua, sering kunjungan kerja ke Raja Ampat akhirnya saya mau coba," ujar Tri saat ditemui di rumahnya di Jalan Pattimura, Jakarta Selatan, Selasa (15/8).

Menariknya, Tri mengaku tidak pandai, bahkan tidak bisa berenang. Namun dia baru tahu belakangan, bahwa diving tidak harus pandai berenang, dan memang harus tenggelam untuk melihat alam bawah laut.
"Saya merasa saya tidak pandai berenang, sehingga saya takut. Setelah tahu kalau menyelam tidak harus bisa berenang, saya belajar," ujarnya.
"Bapak kan sering kunjungan kerja ke Raja Ampat, akhirnya saya mau coba. Karena enggak perlu bisa berenang, untuk nyelam, saya belajar yang betul di kolam renang bagaimana kita nyelam di bawah laut. Setelah turun ke tempat yang bagus, akhirnya ketagihan, malah saya mengajak ibu Bhayangkari. Dan ternyata alamnya luar biasa," kata Tri.

Kecintaannya terhadap laut dan diving tak lain karena suaminya yang juga suka dengan olahraga itu. Sejak masih berpangkat AKBP, kata Tri, suaminya sering diajak teman-temannya menyelam di perairan Bali.
"Kalau Pak Tito menyelam, mungkin waktu AKBP pangkatnya, diajak temannya di Bali. Kemudian Bapak kan suka tugas operasi di luar misal operasi keamanan di Poso, Aceh dan sebagainya, mungkin untuk juga menghilangkan rasa bosan di tempat yang enggak menentu tugasnya, refreshing," ujar Tri.
Tri menuturkan, olahraga diving sangat aman, karena akan ada pelatih yang mendampingi disertai peralatan diving dan tabung oksigen. Sehingga, para divers tidak akan kehabisan nafas di dalam air.
"Banyak orang takut ikut olahraga ini karena tidak tahu dan belum belajar bagaimana caranya. Olahraga ini enggak pandang umur dan status untuk kita bisa menikmati alam bawah laut di wilayah Indonesia," ujar Tri.
Hingga saat ini, Tri sudah mencoba wisata bawah laut di beberapa wilayah Nusantara. Antara lain, Kepulauan Seribu, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tsngah, Sulawesi Selatan, Raja Ampat, Ambon, dan Papua.
"Labuan Bajo paling indah, berkesan," tuturnya.
Tingkat kedalaman menyelam Tri, diakuinya baru mencapai 26 meter. Hal itu lantaran Tri yang hanya mengambil dive licensce selama sebulan, karena harus menjalani aktivitas lainnya sebagai Ketua Bhayangkari Polri, dan tentunya sebagai istri orang nomor satu di insitusi Polri.
"Sebentar saja ya, karena hanya memenuhi syarat saja," ujarnya.

Tak hanya pengalaman indah, namun Tri sempat menceritakan pengalaman yang sedikit fatal saat menyelam. Kala itu, di Taman Laut Bunaken, selang tabung oksigen Tri sempat terisi air. Namun, hal itu tidak membuatnya jera untuk terus menyelam, justru menjadi pelajaran berharga bagi Tri untuk lebih berhati-hati ke depannya.
"Pernah waktu itu sempat terisap air masuk selangnya, kehabisan udara. Tapi kan kalau nyelam harus ada yang mendampingin, kita sudah tahu emercgency yang kita lakukan. Kita minta pernapasan yang lain untuk naik ke atas permukaan laut," kata Tri.
Saat ini, karena kesibukannya, Tri juga mengaku tidak memiliki jadwal rutin untuk menyelam. Jika memiliki kesempatan, atau mendampingi Tito kunjungan kerja ke berbagai daerah, Tri pasti akan turun menyelam.
Tri berharap, tidak hanya untuk Bhayangkari, namun masyarakat khususnya perempuan Indonesia dapat mengikuti hobinya. Masyarakat harus tahu bagaimana keindahan bawah laut negaranya sendiri.
"Semua orang harus tahu bahwa bawah laut indah sekali, yg lain mungkin enggak bisa melihat secara luas ya hanya liat per bagian. Tapi kalau kita menyelam begitu luas, mata akan memandang keindahan laut. Bagaimana ikan berbagai macam jenisnya," ujarnya.
Bahkan, saat ditanya apakah ada keinginannya untuk mencoba wisata bawah laut luar negeri, Tri masih belum mau mencoba.
"Belum sempat, di Indonesia saja belum habis," kata Tri semangat.
