Istri Mbah Maridjan, Ponirah, Meninggal Dunia
·waktu baca 2 menit

Kabar duka datang dari Kabupaten Sleman. Ponirah, istri dari almarhum Mbah Maridjan meninggal dunia pada Senin (1/5) pagi.
Ponirah mengembuskan napas terakhirnya di rumahnya di Huntap Karangkendal, Pelemsari, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman.
"Iya meninggal jam 07.00 WIB pagi tadi," kata salah seorang tokoh masyarakat dan pemerhati lingkungan Merapi, Bambang Sugeng, dihubungi wartawan.
Penyebab Ponirah meninggal dunia karena gerah sepuh atau sakit karena usia yang sudah lanjut.
Ponirah telah dimakamkan di Srunen, Glagaharjo, atau satu komplek dengan Mbah Maridjan pada pukul 13.00 WIB.
"Gerah sepuh karena sudah 93 usianya," katanya.
Di mata Bambang, sosok Ponirah adalah orang yang pendiam tapi berkharisma. Ketika masih sehat, Ponirah juga masih kerap membersamai masyarakat dan para relawan Merapi.
"Iya hampir sama dengan Mbah Maridjan kakung, selalu berdampingan dengan masyarakat. Sangat ramah," katanya.
Tak heran ketika kepulangannya, Ponirah turut diantar berbagai elemen masyarakat termasuk para pecinta alam dan relawan Merapi.
Salah satu kenangan yang diingat Bambang adalah mengantar Ponirah ke seluruh obyek wisata baru yang sebelumnya terdampak erupsi.
"3 tahun setelah sepeninggalan Mbah Kakung saya suruh mengantar ke seluruh obyek wisata baru dampak erupsi seperti Museum Sisa Hartaku, Batu Alien dan bunker. Dan batas-batas daerah yang kena awan terjangan erupsi," pungkasnya.
Mbah Maridjan adalah juru kunci Merapi yang meninggal dunia saat erupsi gunung tersebut pada 26 Oktober 2010 silam.
Saat ini yang menjadi juru kunci Merapi adalah Mbah Asih yang tak lain adalah putra dari Mbah Maridjan dan Ponirah.
