Istri Petugas Haji Wafat saat Suami Bertugas, Wamenhaj Takziah ke Rumah Duka
ยทwaktu baca 3 menit

Kabar duka datang dari salah satu petugas haji 2026 yang bertugas di Media Center Haji Daerah Kerja Bandara, Muhaimin. Istri Muhaimin, Maf'ula wafat pada Rabu (10/6) pagi karena sakit.
Lantaran tengah mengemban amanah negara yang belum usai, Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin, tak bisa mengiringi sang istri ke peristirahatan terakhirnya di Malang, Jawa Timur.
Sebagai bentuk penghormatan dan empati yang mendalam, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, beserta jajaran pimpinan Kementerian Haji dan Umrah bertakziah langsung ke rumah duka di Malang pada Jumat (12/6).
Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi anak dan keluarga yang ditinggalkan.
Di sela-sela momen takziah tersebut, Dahnil menyempatkan diri untuk terhubung langsung dengan Cak Imin melalui sambungan panggilan video (video call). Saat itu, Cak Imin tengah beristirahat di lokasi petugas haji menginap di Hotel Diwan Al Aseel, Jeddah.
"Kehadiran Pak Wamen beserta para pimpinan Kemenhaj (ke rumah) ini menjadi penghibur bagi kami. Ini menjadi kekuatan tersendiri bagi kami, anak kami, keluarga kami. Mudah-mudahan ini menjadi penguat bagi kami," ungkap Cak Imin.
Bagi Cak Imin, keikhlasan mendiang istrinya melepas sang suami bertugas ke Tanah Suci adalah wujud nyata dari pengorbanan keluarganya. Cak Imin juga berterima kasih kepada Kemenhaj yang takziah ke rumah duka.
Kisah Badal Umrah: Sa'i Selesai, Pemakaman Selesai
Dalam perbincangan hangat tersebut, Dahnil sempat menanyakan apakah Cak Imin sudah mem-badal-kan (menggantikan ibadah) umrah untuk almarhumah istrinya. Dengan suara yang sedikit bergetar, Cak Imin membagikan momen spiritual yang dialaminya.
Pada Rabu (10/6) pagi waktu Arab Saudi, Cak Imin sempat meminta izin kepada pimpinannya di MCH untuk berangkat ke Masjidil Haram. Niat awalnya adalah murni untuk memanjatkan doa kesembuhan sang istri di depan Ka'bah.
Saat itu, Cak Imin baru saja mendapat kabar bahwa sang istri masuk ruang Intensive Care Unit (ICU) di rumah sakit. Ia berharap, istrinya bisa pulih.
"Ketika di tengah perjalanan, kemudian mendapat kabar kalau istri sudah tiada," kenangnya.
Alih-alih larut dalam kesedihan dan kembali ke hotel, Cak Imin memantapkan langkahnya. Ia segera singgah di Masjid Tan'im (salah satu batas miqat) untuk meluruskan niat melakukan badal umrah yang dihajatkan khusus bagi almarhumah.
Ada sinkronisasi waktu yang begitu menggetarkan hati saat ia menunaikan rukun-rukun umrah tersebut dari Makkah, bersamaan dengan prosesi pemakaman istrinya di Malang.
"Ketika saya melaksanakan badal umrah, juga pas istri lagi diproses sampai dengan penguburan. Alhamdulillah, sa'i selesai, penguburan (di Malang) selesai. Insyaallah tugas saya sebagai suami sudah paripurna," tutur Cak Imin menahan haru.
Ia pun membagikan satu impian yang belum sempat terwujud. Rencana awalnya, setelah tugas negara ini purna, ia ingin sekali mengajak sang istri kembali ke Tanah Suci untuk umrah dan berziarah ke Makkah dan Madinah bersama-sama.
"Tapi ya, takdir berkata lain, Pak Wamen. Allah lebih sayang," ucapnya ikhlas.
Kini, berbekal doa dan ketegaran dari keluarganya di Tanah Air, Cak Imin berkomitmen untuk tidak mundur dari penugasan di Saudi. Ia dijadwalkan akan tetap ikut bergeser ke Madinah pada 16 Juni mendatang untuk mengawal kepulangan jemaah gelombang kedua, dan baru akan kembali ke Indonesia pada penerbangan kloter terakhir petugas Daker Bandara, yakni pada 2 Juli 2026.
"Sehat-sehat ya, Mas," ucap Dahnil mengakhiri panggilan.
