Isu Badai Dahsyat di Jakarta 28 Desember, Heru Jamin Transportasi Umum Normal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartoni meninjau pembangunan Sudetan Ciliwung di Jakarta Timur, Kamis (1/12/2022). Foto: Dok. Humas Pemprov
zoom-in-whitePerbesar
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartoni meninjau pembangunan Sudetan Ciliwung di Jakarta Timur, Kamis (1/12/2022). Foto: Dok. Humas Pemprov

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memastikan transportasi umum terutama penyeberangan laut akan tetap beroperasi normal pada Rabu (28/12).

Sebelumnya peneliti BRIN Erma Yulihastin meminta warga Jabodetabek dan Banten waspada hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022.

“Belum, engga ada pembatasan,” kata Heru kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (27/12).

Meski begitu Heru telah mengimbau untuk perusahaan swasta menerapkan work from home (WFH) kepada karyawannya. Hal ini terkait potensi cuaca buruk yang akan terjadi di Jakarta.

"Tadi, kan, Pak Isnawa Adji (Kepala BPBD DKI Jakarta) sudah bagus tuh, menyampaikan berita kondisi cuaca dari tanggal 23-27 (Desember) nanti mungkin tanggal 30 Desember-2 Januari parsial, kita imbau jika nanti ada bencana angin puting beliung, dari PPID bisa menjelaskan dan mengkondisikan untuk karyawan swasta agar bisa WFH," kata Heru dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (27/12).

Ilustrasi fenomena cuaca puting beliung waterspout. Foto: totajla/Shutterstock

Untuk mengantisipasi cuaca buruk, Pemprov DKI juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan TNI Angkatan Udara untuk melakukan modifikasi cuaca di Jakarta.

"Untuk di DKI kami sudah bicara terkait potensi hujan dalam waktu dekat BNPB bekerja sama dengan Pemprov DKI, nanti pelaksanaannya BRIN dengan TNI AU, penganggaran dari BNPB kita akan melaksanakan TMC, jadi ketika ada hujan lebat diharapkan nggak mengganggu," kata Kepala BNPB Letjen Suharyanto dalam kesempatan yang sama.

Beda BRIN dan BMKG soal Badai

Ilustrasi badai. Foto: I am sandglass/Shutterstock

Prediksi badai dahsyat yang terjadi di Jakarta menjadi polemik. Kepala BMKG, Dwikorita, menjelaskan pada 28 Desember hujan ekstrem justru akan melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Laut Jawa. Awan hujan ini akan bergeser menuju Jawa Barat dan sampai ke DKI Jakarta dan Banten pada 30 Desember 2022.

“Jadi, menurut prediksi, Jawa Barat atau Jabodetabek sampai 28 Desember, kemungkinan masih bisa terkendali, masih relatif aman. Hanya mulai 29 Desember itu harus mulai diwaspadai, menurut prediksi kami,” ujar Dwikorita dalam konferensi pers yang diadakan secara virtual, Selasa (27/12).

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan yang akan terjadi di Jakarta pada 30 Desember nanti juga bukan badai. Tapi hujan ekstrem dengan intensitas di atas 150 milimeter per hari.

“Jadi bukan badai, tapi yang bakal terjadi adalah hujan ekstrem di atas 150 milimeter per hari. Jadi prakiraan yang disampaikan itu sepertinya overestimate. BMKG menyampaikan tanggal 30 Desember kemungkinan cuaca buruk melanda wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat, hujan ekstrem di atas 150 milimeter." kata Guswanto.

Ini berbeda dengan yang disampaikan peneliti BRIN Erma Yulihastin. Ia mengatakan Jabodetabek, khususnya Tangerang dan Banten akan dilanda hujan ekstrem dan badai dahsyat.

"Siapa pun Anda yang tinggal di Jabodetabek dan khususnya Tangerang atau Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022," tulis Erma di Twitternya @EYulihastin pada Senin (26/12).

embed from external kumparan