Isu Tak Harmonis dengan Bupati Indramayu di Balik Mundurnya Lucky Hakim

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lucky Hakim. Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Lucky Hakim. Foto: Garin Gustavian Irawan/kumparan

Lucky Hakim memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Kabupaten Indramayu karena merasa tak mampu mengemban amanah. Hal itu tertuang dalam surat pengunduran diri yang ia teken pada 8 Februari 2023 lalu.

"Bersama ini saya mengajukan permohonan diri sebagai Wakil Bupati Indramayu periode 2021-2026, terhitung mulai tanggal ditandatanganinya surat pengunduran diri," demikian bunyi surat itu sebagaimana dilihat pada Senin (13/2).

Di akhir suratnya, Lucky menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberi kepercayaan dan dukungan kepadanya. Ia juga meminta maaf jika ada sejumlah kekurangan selama dirinya menjabat.

"Saya memohon maaf apabila selama menjabat sebagai Wakil Bupati Indramayu terdapat banyak kekurangan dan kelemahan," bunyi surat itu.

Surat pengunduran Lucky Hakim sebagai Wakil Bupati Indramayu Foto: Dok. Istimewa

Surat itu ditembuskan kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dan Bupati Indramayu Nina Agustina. Namun Kapuspen Kemendagri Benni Irwan menyebut hingga Selasa (14/2) pihaknya belum menerima surat tersebut.

"Saya sudah cek di kantor, hingga tadi siang belum terima," kata Benni ketika dikonfirmasi sekitar pukul 16.00 WIB.

Kemendagri menjelaskan, keputusan itu merupakan hak dari Lucky Hakim. Namun, tetap ada prosedur administrasi yang harus dijalankan.

"Pengunduran diri merupakan haknya Pak Lucky, dan Pak Lucky menyampaikan pengunduran dirinya kepada Pemda (Bupati), DPRD dan Kemendagri," kata Benni.

"Masing-masing pihak akan melanjutkan sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. DPRD akan menindaklanjuti dengan Rapat Paripurna Pengumuman Pemberhentian dan seterusnya," tuturnya.

kumparan post embed

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Syaefudin, mengaku sudah menerima surat dari Lucky. Permintaan pengunduran diri Lucky Hakim akan diproses setelah masa reses.

"Sekarang sedang masa reses, jadi setelah ini akan kami bahas. Kami kaji sesuai dengan aturan yang berlaku," ungkap Syaefudin.

Syaefudin mengatakan surat pengunduran diri itu diserahkan Lucky Hakim pada pukul 16.00 WIB, Senin (13/2). Surat tersebut diantarkan ke Sekretariat DPRD dan ditujukan kepada Pimpinan DPRD Kabupaten Indramayu.

"Saya dihubungi oleh Pak Sekwan, katanya ada Pak Lucky datang ke sekretariat menyerahkan surat pengunduran diri dan diterima sebagaimana surat resmi, tapi surat itu belum sampai ke meja saya," tuturnya.

Hubungan dengan Bupati Tak Harmonis?

Nina Agustina Da'i Bachtiar - Lucky Hakim. Foto: Instagram/@luckyhakimofficial

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jabar, Bucky Wibawa Karya, mengaku mendapatkan informasi jika hubungan Lucky dengan Bupati Indramayu, Nina Agustina, tidak harmonis. Jika hal ini benar, kata Bucky, Partai Gerindra padahal siap untuk memberikan masukan agar pasangan itu bisa menjalankan tugas hingga rampung.

"Dalam perjalanannya, kami mendengarlah riak-riak keharmonisan dengan Bupati," ucap Bucky.

Kemungkinan, kata Bucky, adanya ketidakharmonisan itu terjadi karena keduanya tak saling memahami tugas dan fungsinya masing-masing ketika menjabat. Maka dari itu, ke depan diharapkan para calon kepala daerah dapat memahami tugas dan fungsinya masing-masing sebelum menyatakan maju sebagai kepala daerah. Harus ada pembagian tugas yang jelas antar pasangan.

"Harus jadi pelajaran penting siapa pun yang mau maju kepala daerah, terutama yang posisi wakil. Jadi harus betul-betul dipahami sebutnya Tupoksi wakil kepala daerah itu apa dan bagaimana," ungkap dia.

"Saya kira hal sekecil itu mungkin tidak sempat mereka diskusikan gitu sebelumnya. Mungkin ya, ini prediksi saya," lanjut dia.

kumparan post embed

Namun isu tersebut ditepis oleh Nina. Menurut Nina hubungannya dengan Lucky selama ini berjalan tanpa masalah. Masing-masing juga menjalankan pekerjaan sesuai tupoksi masing-masing.

"Tidak ada masalah dengan wakil bupati, kami sudah mempunyai tupoksi, bagaimana sebagai kepala daerah dan sebagai wakil," kata Nina.

"Untuk permasalahan ini kita tidak perlu menjadikan polemik yang negatif. Intinya saya tidak memiliki masalah apa pun dengan wakil bupati dan dengan Lucky Hakim saya sudah berteman lama," imbuhnya.

Meski Lucky mengajukan pengunduran diri, namun Nina memastikan janji dan program kerjanya saat kampanye politik di Pilkada 2020 tetap ia wujudkan. Ia juga memastikan roda pemerintahan akan tetap berjalan.