ISWAMI Dukung PM Ismail Sabri Ingin Perkuat Hubungan Wartawan Malaysia dan RI
·waktu baca 2 menit

Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia atau ISWAMI Indonesia menyambut baik pernyataan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob.
PM Ismail Sabri mendorong agar hubungan wartawan Malaysia dan Indonesia semakin diperkuat.
"Kami sangat mendukung pernyataan PM Ismail Sabri Yakoob tersebut untuk memperkuat hubungan kedua negara serumpun. Pernyataan PM tersebut sangat positif," kata Ketua ISWAMI Indonesia Asro Kamal Rokan dalam keterangan pers kepada wartawan, Rabu (1/12).
Menurut Asro, sejak didirikan pada 2007, ISWAMI terus berupaya keras untuk menjembatani informasi dari Malaysia dan Indonesia melalui pemberitaan. Hal ini bertujuan untuk saling memahami berbagai isu yang muncul.
"Kedua negara memiliki latar sejarah dan kultur yang sama. Dalam tataran pemerintah, hubungan kedua negara sangat bagus, namun terkadang berbagai riak terjadi di tataran masyarakat," kata Asro.
Sebelumnya, pada malam wartawan Malaysia, PM Ismail Sabri, mengatakan, selain hubungan diplomatik, yang berjalan sangat baik, wartawan dapat memainkan peranan bagi kesepahaman antara negara serantau.
"Lawatan saya ke Indonesia baru-baru ini membantu mengeratkan hubungan dengan ISWAMI. Saya percaya ISWAMI dapat memainkan peranan penting sebagai jembatan penghubung sesama wartawan kedua-dua negara," ujar PM Ismail Sabri di hadapan para wartawan Malaysia, Selasa (30/11).
Dalam kunjungannya ke Indonesia, PM Ismail Sabri mengadakan pertemuan dengan 15 Pemimpin redaksi media utama Indonesia, Selasa (9/11) atau sehari sebelum Presiden Joko Widodo.
Ismail Sabri mengatakan, wartawan adalah mata dan telinga yang dapat membantu pemerintah untuk memastikan kelangsungan pembangunan untuk rakyat.
"Media boleh membuat teguran yang bernas dan berasas bagi membantu pemerintah menyampaikan yang terbaik kepada rakyat," ujarnya.
Kepada media Malaysia, Ismail Sabri setuju menetapkan tanggal 29 Mei sebagai Hari Wartawan Nasional (HAWANA). Penetapan 29 Mei merupakan tanggal edisi pertama penerbitan surat kabar Utusan Melayu, 29 Mei 1939.
Pada 2018, untuk pertama kalinya HAWANA diselenggarakan di Kuala Lumpur. Ketua penyelenggara, Dt Zulkefli Salleh saat itu berharap HAWANA menjadi kalender tetap setiap tahun. Namun karena kondisi politik, harapan itu tidak terlaksana.
Sejumlah tokoh pers Indonesia hadir saat itu antara lain Ketua Dewan Kehormatan Ilham Bintang dan Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Bangun. Lalu Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Internasional Dewan Pers Agus Sudibyo.
Saat itu, Wartawan senior Malaysia, Tan Sri Johan Jaaffar, dalam orasinya dengan kritis meminta pemerintah dan media berunding untuk memperkuat kebebasan pers di Malaysia.
"Berilah ruang sebanyaknya kepada wartawan supaya mereka dapat bekerja dengan bebas ketika menjalankan tugas di lapangan tanpa ragu dan takut, dalam menyuarakan kritikan,” kata Sri Johan.
