ITAGI: Pola Vaksin Sinovac sama Seperti Hepatitis B, Butuh Booster Usai 6 Bulan

19 Juli 2021 12:54 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua ITAGI, Prof. Sri Rezeki Hadinegoro. Foto: Youtube/@Badan POM RI
zoom-in-whitePerbesar
Ketua ITAGI, Prof. Sri Rezeki Hadinegoro. Foto: Youtube/@Badan POM RI
ADVERTISEMENT
Ketua ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization) Prof Sri Rezeki Hadinegoro membenarkan kadar imun seseorang usai divaksin Sinovac akan turun setelah 6 bulan. Sebab, ini memang ciri umum vaksin dengan metode inactivated virus atau virus yang dimatikan termasuk vaksin Sinovac dan vaksin Hepatitis B.
ADVERTISEMENT
“Di Indonesia kita yang punya cuma satu, studinya yang di Bandung aja. [Tapi] kita punya studi lain yang di China itu kita bandingkan ya sama memang betul menurun,” kata Sri kepada kumparan, Senin (19/7).
“Itu kan vaksin mati. Kalau vaksin mati itu polanya kayak Hepatitis B aja. 0, 1 terus 6 bulan itu juga sama. Jadi memang vaksin mati itu pola umumnya 6 bulan turun jadi kita harus kasih booster untuk meningkat lagi,” imbuh dia.
Oleh sebab itu, ia mengatakan ini sebabnya booster suntikan dosis ketiga vaksin COVID-19 memang memberikan proteksi ekstra. Namun untuk saat ini di RI, ia menekankan baru tenaga kesehatan yang perlu mendapat booster atau disuntik ulang.
ADVERTISEMENT
“Jadi untuk nakes karena sekarang lagi darurat sekali, ketemu setiap hari jadi itu yang harus segera. Tapi kalau masyarakat umum sih masih bisa tunggu dulu,” terang Sri.
“Yang penting kita capai herd immunitynya dulu deh, jadi kita imunisasi sebanyak-banyaknya dulu supaya 181 juta itu. [Masyarakat umum] jangan mikirin booster,” tandas dia.
Sebelumnya, Guru Besar FK Universitas Padjadjaran Prof Kusnandi Rusmil mengungkap kadar imun yang dihasilkan vaksin Sinovac ini akan menurun setelah 6 bulan usai penyuntikan. Ia juga menyarankan penyuntikan ulang atau suntikan ketiga nantinya dianjurkan untuk dilakukan terhadap para penerima vaksin ini.
"Sinovac setelah 6 bulan itu turun, sehingga memang rencananya setelah 6 bulan harus disuntik ulang," kata Prof Kusnandi kepada kumparan, Jumat (16/7).
ADVERTISEMENT
Kendati demikian, ia juga menganjurkan hal ini dilakukan apabila sudah banyak masyarakat yang divaksinasi. Dosis ketiga diberikan apabila penyuntikan kepada masyarakat lain yang belum divaksin sudah dilakukan.