Italia-AS Memanas gara-gara Trump Klaim Meloni 'Ngemis' Berfoto Dengannya

Hubungan Italia dan Amerika Serikat memanas setelah Presiden Donald Trump mengeklaim Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni "ngemis" alias minta-minta untuk berfoto dengannya saat KTT G7 di Prancis beberapa hari lalu.
Pernyataan itu memicu kemarahan pemerintah Italia hingga Menteri Luar Negeri Antonio Tajani membatalkan kunjungan resminya ke Washington.
Drama diplomatik ini terjadi saat Trump melakukan wawancara lewat telepon dengan televisi Italia, La7.
Dalam wawancara itu, Trump yang kerap melontarkan pernyataan bombastis ini tiba-tiba menyinggung Meloni tanpa ditanya.
"Dia (Meloni) mungkin senang saya bicara dengannya. Saya sebenarnya tidak harus bicara dengannya. Dia minta-minta foto sama saya. Dia pengin banget foto sama saya. Sebenarnya saya nggak mau, tapi saya kasihan sama dia," kata Trump.
Sontak pernyataan Trump ini membuat Meloni meradang. PM wanita pertama Italia yang berkuasa sejak 2022 ini langsung "melabrak" Trump dalam sebuah pernyataan video yang diunggah di media sosialnya.
“Pernyataan Donald Trump sepenuhnya dibuat-buat. Saya benar-benar terkejut. Saya tidak tahu mengapa Presiden Amerika bersikap seperti ini terhadap sekutunya — ini bukan pertama kalinya," kata Meloni, Jumat (19/6) waktu setempat.
"Yang saya sayangkan, dia tidak menunjukkan sikap tegas yang sama terhadap musuh-musuh Barat dan Amerika, malah lebih longgar ke mereka," lanjutnya.
"Tapi satu hal yang harus dia ingat: Saya dan Italia tidak pernah meminta-minta,” tegas Meloni yang dijuluki Iron Lady of Europe ini.
Kemarahan Meloni kepada Trump mendapat dukungan pejabat Italia, termasuk Menlu Tajani yang langsung membatalkan kunjungannya ke Paman Sam.
"Kata-kata serius dan ofensif Presiden Trump terhadap Perdana Menteri Giorgia Meloni telah menghina seluruh rakyat Italia. Karena itu, saya memutuskan membatalkan kunjungan saya ke Amerika Serikat yang dijadwalkan pada 21 dan 22 Juni mendatang," ujar Tajani di akunnya.
Dikutip dari Saudi Gazette, Sabtu (20/6), dalam momen G7 di Prancis hari sebelumnya, Trump dan Meloni terlibat diskusi di sebuah sofa kecil sehingga memicu opini bahwa keduanya telah akur setelah sempat renggang akibat beda pendapat soal konflik Iran.
Namun, ternyata Trump kemudian mengesankan seolah-olah ia hanya sedang melayani keinginan Meloni untuk berbincang dengannya, bukan terlibat dalam percakapan setara antarpemimpin negara.
AS Makin Tak Disukai di Eropa
Salah satu sekutu politik terdekat Meloni, yang biasanya menghindari sorotan media, juga melontarkan kritik keras kepada Trump dengan nada yang sebelumnya nyaris tak terpikirkan.
"Tidak jelas apakah karena kesengajaan atau ketidakmampuan, Trump sedang merusak hubungan bersejarah antara Amerika Serikat dan Eropa," kata Giovanbattista Fazzolari, Wakil Sekretaris di Kantor Perdana Menteri Italia, dalam sebuah pernyataan.
"Melalui ledakan kemarahan dan pernyataan-pernyataannya yang tidak pantas, ia berhasil melakukan sesuatu yang tidak mudah: membuat Amerika Serikat tidak disukai di seluruh benua Eropa. Hal itu tidak hanya merugikan Eropa, tetapi terutama merugikan Amerika Serikat sendiri," tambahnya.
Meloni sebelumnya dikenal sebagai pendukung vokal Trump dan menjadi satu-satunya pemimpin Eropa yang menghadiri pelantikan Trump pada 2025.
Namun, hubungan keduanya merenggang tahun ini setelah Meloni mengkritik Trump karena menyerang Paus Leo atas kecamannya terhadap konflik Iran. Trump kemudian membalas dengan menuduh Meloni tidak memiliki keberanian.
