Ivermectin Masuk Tahap Uji Klinik, Erick Thohir Kebut Produksi
·waktu baca 2 menit

Penggunaan Ivermectin sebagai obat bagi pasien COVID-19 saat ini tengah memasuki proses uji klinik. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sebagai otoritas terkait telah memberi lampu hijau terkait proses tersebut.
Paralel dengan uji klinik, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, bicara tentang ketersediaan Ivermectin. Dalam keterangannya, Erick mengatakan sudah menyiapkan Ivermectin untuk diproduksi massal sebanyak 4,5 juta obat.
"Tentu hari ini khusus Ivermectin, kita sudah menyiapkan produksi sebesar 4,5 juta," kata Erick pada konferensi pers terkait Penyerahan Persetujuan Uji Klinik (PPUK) bersama BPOM, Senin (28/6).
Apabila hasil dari uji klinik menunjukkan bahwa Ivermectin cukup efektif dalam mengatasi COVID-19, maka pihaknya akan meningkatkan produksi obat tersebut.
"Nah ini kalau ternyata baik untuk kita semua tentu produksi akan kita genjot yang tidak lain dengan kondisi yang saat ini sedang dilakukan pemerintah apalagi PPKM Mikro saat ini terus ditingkatkan," tambahnya.
Menurut Erick, pengadaan obat Ivermectin ini merupakan salah satu upaya untuk membantu masyarakat mendapatkan obat dengan harga yang terjangkau.
Perusahaan pelat merah PT. Indofarma telah ditunjuk Erick untuk memproduksi obat yang dikenal sebagai obat cacing ini.
"Kita coba bantu rakyat mendapat obat atau terapi murah yang diputuskan usai uji klinik. Kami sangat berterimakasih atas dukungannya. Semoga kerja sama ini terus terjaga, dan insya Allah dengan niat baik, semua ada solusi," tutup Erick.
Sebelumnya, Kepala BPOM, Penny K. Lukito, menjelaskan terdapat 8 RS yang tersebar di Jakarta, Medan, dan Pontianak, yang akan melangsungkan uji klinik tersebut.
"Ada 8 RS yaitu RS Persahabatan Jakarta, RS Sulianti Saroso, RS Sudarso Pontianak, RS Adam Malik Medan, RSPAD Gatot Subroto, RSAU dr. Esnawan Antariksa, RSU Suyoto, dan RSDC Wisma Atlet," jelas Penny dalam konferensi pers Penyerahan PPUK Ivermectin, Senin (28/6).
