Iwel Sastra Prihatin Bintang Emon Difitnah: Harusnya Diapresiasi, Lawakan Cerdas

16 Juni 2020 14:29 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Komika senior Iwel Sastra.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Komika senior Iwel Sastra. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Komika Bintang Emon diserang fitnah usai mengeluarkan membuat video kritikan terkait tuntutan 1 tahun penjara 2 penyerang penyidik KPK Novel Baswedan. Fitnah itu berupa serangan terkait narkoba di media sosial.
ADVERTISEMENT
Bintang Emon sendiri di akun instagramnya kemudian memposting hasil cek bebas narkoba dari rumah sakit.
Iwel Sastra, komika senior, mengaku prihatin dengan fitnah yang diterima Bintang Emon.
Menurut pria yang juga berprofesi sebagai advokat ini, video lawakan yang dibuat Bintang Emon seharusnya mendapatkan apresiasi. Sebab lawakan itu turut mewakili kegelisahan masyarakat.
"Seharusnya Bintang Emon mendapatkan apresiasi karena mampu mengeluarkan lawakan yang cerdas dalam melakukan kritik terhadap apa yang menjadi kegelisahan masyarakat dan mengusik rasa keadilan masyarakat," kata Iwel dalam siaran persnya, Selasa (16/6).
Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang atau akrab disapa Bintang Emon. Foto: IG / bintangemon
"Seorang komika tidak hanya mengutarakan kegelisahannya dalam bentuk materi lawakan tapi juga mewakili kegelisahan masyarakat," imbuhnya.
Ia menjelaskan salah satu tugas seorang komedian adalah melakukan kritikan sosial. Bahkan di tahun 70-an, grup lawak Warkop DKI pun sudah mulai menyerukan kritik sosial melalui siaran radio hingga penampilan panggung.
ADVERTISEMENT
"Di Amerika, hingga sekarang pengkritik yang berada pada barisan terdepan itu adalah komedian," ujarnya.
Iwel tak ingin fitnah dan serangan buzzer ke Bintang Emon ini menjadi preseden yang membuat para komedian lainnya takut menyampaikan kritik sosial. Sebab, baginya melakukan kritik bukanlah hal yang asing.
Iwel bersama Effendi Ghazali pernah melahirkan program parodi politik republik mimpi yang populer karena sering mengkritik penguasa.
"Ada kritikan yang tidak boleh dilakukan oleh seorang komika, yaitu kritikan dalam bentuk penghinaan atau merendahkan martabat orang lain. Tapi apa yang dilakukan oleh Bintang Emon masih dalam batas wajar. Masih menyentuh substansi," tegas Iwel.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
*****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
ADVERTISEMENT