Jabat Tangan Macron-Trump sebagai Simbol 'Adu' Kekuatan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pertemuan Trump dan Macron (Foto: REUTERS/Peter Dejong/Pool)
zoom-in-whitePerbesar
Pertemuan Trump dan Macron (Foto: REUTERS/Peter Dejong/Pool)

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, pertarungan jabat tangannya yang terkenal dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump adalah "momen untuk membuka kebenaran". Dilansir Reuters, dia mengaku sengaja 'merancang’ peristiwa itu untuk menunjukkan pada Trump dan publik, ia tak mudah dipengaruhi.

"Jabat tangan saya dengan Trump tidaklah sekadar jabat tangan," kata Macron di Prancis, Minggu (28/5).

Baca juga: 'Disingkirkan' Trump di Podium KTT NATO, PM Montenegro Anggap Biasa

Selanjutnya, Macron menambahkan, “(jabat tangan) untuk menunjukkan anda tidak akan sekadar membuat keputusan kecil, bahkan secara simbolik, namun juga tidak membuatnya terlalu dibesar-besarkan,"

Kantor Macron mengkonfirmasi kepada The Associated Press terkait kebenaran komentarnya tersebut yang disiarkan di Le Journal du Dimanche.

Pada pertemuan pertama Trump - Marcon, menjelang pertemuan puncak NATO di Brussels pada hari Kamis (25/5), kedua pria tersebut mengunci tangan satu sama lain begitu lama, sehingga buku-buku jari mulai menjadi putih. Pemimpin Prancis menahannya beberapa saat lagi. Kedua rahang pria itu tampak mengeras.